Istri Menjadi Sumber Kebahagiaan Keluarga, Begini Caranya

1128 views

Setiap pernikahan pasti menginginkan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Suami-istrilah yang memiliki peran yang sangat penting didalam rumah tangga untuk mewujudkan kehidupan yang tentram, bahagia dan penuh perasaan cinta.

Namun tidak mudah mewujudkannya karena pernikahan itu antara dua orang yang berbeda karakter, latar belakang sehingga bisa menyebabkan hal tersebut sulit untuk diwujudkan.

Yang mana keduanya memiliki perbedaan pendapat dan pemahaman terhadap islam.

Akan tetapi harus tetap berusaha untuk mewujudkannya agar keluarga yang sakinah mawaddah warahamah bisa terwujud sehingga tidak hanya bahagia di dunia namun juga diakhirat.

Laki-laki sebagai pemimpin keluarga hal ini sudah Allah tetapkan didalam firman-Nya didalam surah an-Nisa ayat 34.

Loading...
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) …” (QS. an-Nisa: 34)

Meskipun laki-laki sebagai kepala keluarga namun bukan berarti seorang istri tidak memiliki tanggung jawab juga tidak memiliki peran di dalam mahligai rumah tangga, untuk mencapai pelayaran menuju ridho Allah.

Seorang istri tetap tidak lepas dari perannya, istri juga memiliki peran yang sangat vital demi mewujudkan pernikahan yang diridhoi Allah.

Istri memiliki tanggung jawab untuk menjaga rumah tangga, kepedulian seorang istri akan memberikan berpengaruh dalam keluarga bahkan istri harus bersikap proaktif, namun beukan dalam ranah kepemimpinan suami.

Walau demikian istri bukan berarti merebut posisi suami sebagai pemimpin keluarga.

Proaktif adalah sikap yang lebih aktif yang muncul dari diri sendiri untuk menjadikan keadaan lebih baik.

Karena biasanya seseorang akan memberi respon ketika ada reaksi atau yang disebut dengan reaktif.

Sedangkan proaktif adalah istri sendiri yang memiliki inisiatif sendiri tanpa harus menunggu perintah suami terlebih dahulu.

Misal sang istri tidak menuntut suami untuk memaklumi sifat istrinya, akan tetapi sebagai istri harus berusaha mengenali karakter suaminya sehingga bisa bersikap dengan benar dan bisa menyenangkan hati suami.

Seorang istrri harus meminta waktu suami untuk mengobrol bersama walau sebenarnya ada masalah diantara mereka.

Sebagai istri harus bisa mengatur keungan dengan baik, terutama ketika harga sudah mulai naik sehingga pengeluarannya tidak lebih besar dari pendapatannya.

Istri juga harus lebih aktif meminta pendapat sang suami ketika istri melihat suami mulai tidak nafsu makan.

Istri harus memiliki inisiatif tersendiri untuk memperbaiki perabot rumah tangga yang rusak, atau istri mengusulkan untuk tadarus al-Qur’an dengan anak-anak sebagai upaya mendekatkan anak dengan ayahnya.

Istri juga harus mengingatkan untuk bersilaturahmi kepada orang tua dan juga kerabat mereka.

Istri juga harus membangun rasa percaya kepada suaminya dan selalu berprsangka buruk kepada sang suami.

Selalu berfikir positif kepada suami dan menjauhkan prasangka buruk kepada suami. Istri harus berusaha membina dirinya agar semakin shalihah, semakin taat kepada Allah juga semakin taat kepada suaminya.

Sebagai istri juga harus semakin memperkuat kesabarannya, keikhlasannya serta senantiasa bersyukur.

Itulah beberapa sikap proaktif yang harus dimiliki oleh seorang istri dan masih banyak lagi sikap proaktif yang bisa dilakukan oleh seorang istri, namun yang paling penting semua sikap istri harus dilandaskan karena Allah SWT.

Kita harus menyegerakan kebaikan karena Allah memerintahkan segera menjalankan kebaikan, karena kebaikanlah yang akan mengantarkan terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. [ummi-online.com]

Tags: #Cara Agar Menjadi Istri yang Proaktif #Tips Agar Menjadi Istri yang Proaktif