Istri Tidak Berkembang Setelah Menikah, Ini Sebabnya

141 views

Alangkah lebih baiknya ketika menjadi seorang istri maka harus menjadi istri yang semakin berkembang dan bisa menggali potensi dirinya atau semakin mengasah kemampuannya.

Akan tetapi tidak semua istri bisa demikian, karena ada sebagian istri yang tidak bisa berkembang setelah menikah, lalu apa yang menjadi penyebabnya?

Mungkin sebelum menikah tadinya ia adalah wanita yang aktif dan dinamis, sehingga keinginan untuk berkambang selalu ada dipikirannya.

Akan tetapi setelah menikah justru hanya disibukkan oleh berbagai aktifitas rumah tangga, seperti mencuci, memasak, belanja dan hanya beres-beres rumah saja.

Menjadi seorang istri dan ibu urmah tangga awalnya mungkin bahagia namun bisa jadi akhirnya juga akan merasa bosan juga, sehingga ia membutuhkan keahlian yang lainnya untuk mengambangkan dirinya.

Hingga ia bertanya kepada seorang ustad dan ustad tersebut menjawab bahwa menikah sebetulnya tidak membuat seseorang diamdan mandeg, karena seharusnya dengan menikah seorang wanita akan berkembang.

Loading...

Sebab dengan menikah ia ingin memiliki guru private yaitu suaminya sendiri. Karena salah satu tugas suami adalah mendidik istrinya agar menjadi istri shalehah.

Menurut ustad tersebut, permasalahnnya bukan terletak pada single atau sudah menikah melainkan bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan dirinya.

1. Miliki Semangat Belajar
Terkadang seseorang mengabaikan kesempatan yang ada, padahal sudah memiliki peluang untuk belajar dan mengembangkan dirinya akan tetapi tidak semua orang memiliki semangat yang tinggi, ada juga yang memiliki semangat yang rendah sehingga tidak memanfaatkan untuk belajar.

Tidak semua orang memiliki semangat belajar dan konsisten untuk tetap belajar. Sebab kebanyakan orang tidak memiliki semangat ketika sudah menyelesaikan study tertentu.

Bahkan ketika masih sekolah ia tidka mengoptimalkan proses belajar dan mereka tidak benar-benar berupaya untuk memahami apa yang diajarkan.

Semangat belajar tidaklah murah karena semangat belajar yang dimiliki seseorang tidak semua orang memilikinya.

Semangat itu harus tumbuh didalam diri seseorang yang harus memiliki rasa ingin tahu yang sangat kuat.

Setiap anak berbeda karena terkadang dari faktor orang tua juga yang antusias melayani anaknya dari kecil dan ada juga yang mematahkan semangat dan keinginan anaknya.

Semangat belajar memang tidak mudah dimiliki dan sulit muncul didalam diri seseorang sehingga semangat belajar itu terbilang mahal.

Belajar adalah amalan yang wahib bagi setiap orang muslim sebagaimana Nabi Muhammad mewariskan kepadda kita. Rasulullah SAW Bersabda:

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslimin dan muslimat.”

Selain itu beliau juga mengatakan dalam hadistnya bahwa untuk menggapai kehidupan di dunia dan di akhirat kelak, orang harus menguasasi ilmunya. Dan masih menurut sabda Rasulullah, ilmu itu hanya bisa dikuasai dengan belajar.

2. Cobalah Belajar Dari Banyak Hal
Belajar itu tidak identik dengan membaca, bersekolah, kuliah. Memang benar dalam surah al-Alaq Allah sudah menjelaskan bahwa mengajari manusia itu melalui perantara dari pena yang artinya adalah membaca.

Namun para ahli tafsir mengatakan, perintah baca dalam surah ini tidak membaca sesuatu yang tertulis. Mmebaca yang dimaksud juga adalah membuka situasi serta memahami keadaan.

Memahami berbagai fenomena alam dan sosial yang tidak tertulis. Membaca yang dimaksudh juga membaca situasi dan memahami keadan baik sosial, politik dan ekonomi. Sehingga mampu memanfaatkan kesempatan untuk belajar.

Ketika orang tua berintraksi dengan sang anak maka orang tua tersebut secara tidak langsung ia mempelajari cara berfikir anak, mulai cara berfikir, emosi mereka ketika membyat senang dan bersemangat, membuat sedih dan menarik diri.

Hal ini bukan ilmu yang murahan namun tak sedikit para ahli psikologi mengembangkan teorinya melalui pengamatan terhadap anak mereka sendiri.

Contoh: Jean Piaget, yang mengembangkan teori kognitif anak pertama kali di dorong oleh pengamatan terhadap cara berfikir anaknya sendiri dan barulah kemudian mengambangkan riset lebih lanjut.

Ketika seorang ibu memask di dapar maka sebanrnya ia bisa mempelajari berbagai resep makanan dan keahliannya dalam memasak.

Menurut kapten Sander, sang pencipta resep Kentucky fried chicken yang terkenal, resepnya adalah ia memang hobi memasak dari kecil sehingga ketika besar ia menjadi ahli masak yaang bisa meraup penghasilan puluhan juta dari kebiasaan dan hobynya yang memasak.

Ketahuilah bahwa belajar tidak hanya dibangku sekolah, belajar bisa dilakukan dimasa saja, bertanya kepada orang atau mengamati cara bekerja juga mengamati tingkah laku.

Mendengarkan nasehat orang lain, mengikuti seminar serta diskusi atau melakukan eksperimen kecil-kecilan. Serta situasi yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan juga keterampilan demi mengembangkan diri. Maka tinggal bagaimana kita bisa peka terhadap peluang tersebut.

Itulah yang terjadi pada para istri diatas yang memiliki keinginan untuk mengembangkan diri dan ingin memiliki keterampilan namun ia tidak memiliki kesempatan untuk belajar.

Hal ini terjadi karena ia menganggap hari-hari yang ia lalui tidaklah istimewa. Ia merasa hidupnya hanyalah rutinitas yang tidak baru dan tidak benar-benar bermakna demi pengambangan diri.

Serta kemampuan diri untuk mensyukuri juga mengevaluasi hari yang dilalui karena ia pikir belajar harus dibangku sekolah dan dengan buku.

Lalu bagaimana cara kita untuk menyalakan api semangat belajar dari dalam diri kita. Juga tumbuhkan kepekaan bahwa segala situasi yang kita alami juga dijadikan sebagai peluang untuk belajar.

Sebagaimana Allah berfirman kepada kita dalam surat Yusuf ayat 105:

وَكَأَيِّن مِّنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ

“Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya.” (QS. Yusuf: 105) [ummi-online.com]

Tags: #Cara Mengembangkan Diri #Istri Tidak Berkembang #Setelah Menikah