Jadilah Pasangan yang Qona’ah Jika Ingin Memiliki Keluarga Sakinah

200 views

Hal ini akan terjadi pada siapapun juga dari anak kecil hingga orang dewasa, Ketika sudah memiliki mainan namun minta dibelikan mainan lagi.

Juga tak tahan dengan barang yang digelar di arisan atau hobi gonta ganti aksesoris juga kendaraan meski sebetunya masih bisa dipakai. Padahal meskipun tanpa memiliki benda-benda tersebut hidupnya tetap baik-baik saja.

Kebiasaan yang Menular
Keinginan yang dituruti misal membeli sesuatu yang diinginkan padahal tidak dibutuhkan. Jika hal ini tidak bsia dikendalikan maka bisa brpengaruh buruk bagi kehidupan keluarga. Bahkan bisa jadi akan menimbukan pertengakran.

Kebiasaan lingkungan atau kebiasana sehari-hari dapat mempengaruhi alam bawah sadar seseorang.

Karena kesalahan yang dilakukan orang tua tanpa sadar seperti marah-marah karena anaknya meminta mainan dan ketika sudah marah-marah tetap saja endingnya dibelikan atau ketika tidak dibelikan namun orang tunya membeli barang yang mereka suka.

Yang harus ditanamkan sejak dini adalah rasa cukup, selalu bersyukur serta mengutamakan kebutuhan dari pada keinginan.

Loading...

Menurut Sri Wahyuni Rahmawati, M.Psi, anak-anak adalah alasan yang paling rentan juga paling mudah menirru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. karena orang tua adalah ole model bagi anak, termasuk sikap merasa tidak cukup ini ujarnya.

Perasaan tidak cukup akan membuat hati gelisah, sibuk dengan hal duniawi serta bisa berambisi dengan cara berlebihan untuk mencapai sesuatu.

Sehingga hal ini akan menjadi pola hidup yang tidak baik, jika terus-terus ditunjukkan maka akan dominan serta akan mempengaruhi kualitas suami-istri juga anggota lainnya, hal ini diungkapkan oleh psikolog di Selaras Consulting ini.

Jika didalam hubungan rumah tangga tidak memiliki sifat qonaah maka akan berdampak buruk pada hubungannya.

Nabi Muhammad SAW menasehati wanita agar senantiasa banyak bersedekah sebab banyak sekali beliay melihat wanita masuk neraka karena selalu mengeluh dengan pemberikan suaminya.

“Itulah dampak buruk yang akan istri terima jika tidak qonaah serta sang suami juga akan tertular dengan prilaku buruknya. Hanya demi membahgaiakan istrinya ia rela bekerja tanpa harus memnadang haram-halalnya” tutur Ustadz Farid Nu’man, SS, pengajar di BKB Nurul Fikri, Depok.

Sehingga gara-gara istri sang suami bisa measuk neraka begitu juga sbealinya. Padahal suami-istri bisa bekerja sama menuju surga-Nya menurut Farid

Sakinah Dengan Qana’ah
Ketenangan jiwa bisa didapat dari pribadi yang qona’ah juga bisa memberi energi positif bagi lingkungan sekitanya. Baik itu relasi interpersonalnya, dalam keluarga, ataupun di komunitas yang lebih besar.

Tak ada rasa gelisah dikarenakan ia tidak menuruti keingannya. Sehingga jelas bahwa hal ini sangat berkolerasi dengan kebahagiaan.

Faid juga mengatakan. Dalam kondisi apapun kebahagiaan bisa didapat jika didalam dirinya memiliki ketenangan.

Sehingga kebahagiaan dalam lingkungan keluarga pun diawali oleh hati yang tenang sehingga akan muncul perasaan sejahtera yang akan membuat seseorang merasa bahagia.

Farid juga menegaskan, bahwa kunci untuk mendapaykan kebagiaan juga kekayaan adalah qana’ah. Sebagaimana perkataan Imam Syafi’i:

Idza kunta dza qalbin qonuu’ fa anta wa maalik ad dunya sawaa

Yang memiliki arti jika memiliki hati yang puas maka kita dengan orang yang sudah mendapatkan posisi rajanya dunia adalah sama.

Sesungguhnya kebahagiaan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan harta atau hal lainnya yang berkaita dengan duniawi yang kita punya.

Akan tetapi seberapa puas dan nerima kondidi kita yang ada. Sebab hakikat kebahagiaan inilah yang perlu ditanamkan perlahan pada suluruh anggota terutama anak.

Tanamkan Qana’ah di Keluarga
Didik diri kita sendiri juga pasangan kita terutama anak kita untuk senantiasa memiliki sifat qonaah.

Sebagai orang tua harus senantiasa mencotohkan sikap mulia pada sang anak juga sennatiasa mensyukuri serta tidak mudah kecewa dangn rezeki yang diperoleh meski tak sesuai dengan harapan.

Hal Inilah yang Harus Ditanamkan Untuk Anak

  • Tanamkan pada sang anak bahwa bekal akhirat lebih utama dari pada bekal dunia, sehingga semua kelurga bisa berkumpul di surga-Nya, bukan hanya berkumpul dan kesenangan semata.
  • Harus mengenali kelibihan anaknya yang telah diberikan oleh Allah. Apresiasi kelebihan itu sehingga sang anak benar-benar menghayati bahwa yang dimiliki adalah anugrah yang tidak dimiliki setiap orang juga hal yang harus disukuri.
  • Tanamkan sikap menghargai kelebihan yang dimiliki oleh orang lain tanpa harus ada rasa iri, juga antisipasi mental follower pada anak.
  • Ajarkan pada sang anak antara keinginan dan kebutuhan sehingga bisa memanfaatkan barang yang ada ketimbang membeli yang baru. Jangan sgean meminta pertimbangan sang anak ketika orang tua memiliki keinginan. Orang tua harus menceritakan kepada orang tuanya juga menahan keinginan dengan tidak membeli barang tertentu agar sang anak bisa mencontoh.

[ummi-online.com]

Tags: #Keluarga QOna'ah #Keluarga Sakinah