Jarang Orang Tahu 2 Keutamaan Bersiwak yang Sangat Afdol

213 views

Bersiwak merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk kita kerjakan. Bersiwak yaitu membersihkan mulut dengan menggunakan pohon Arok (Salvador persica).

Bersiwak juga salah satu pekerjaan kesenangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Nabi Sering membawa siwak saat berpergian ke manapun.

Ustaz Farid Nu’man Hasan menukil keterangan dari Syekh Sayyid Sabiq. Beliau berkata:

ويطلق على العود الذي يستاك به وعلى الاستياك نفسه، وهو دلك الاسنان بذلك العود أو نحوه من كل خشن تنظف به الاسنان، وخير ما يستاك به عود الاراك الذي يؤتي به من الحجاز

Secara mutlak bersiwak itu dengan kayu siwak itu sendiri, yaitu dengan membersihkan celah gigi dengan kayu tersebut atau dengan yang semisalnya dari

semua material yang bisa membersihkan gigi. Siwak terbaik adalah kayu Arok yang didatangkan dari Hijaz. (Fiqhus Sunnah, 1/45)

Loading...

Bersiwak sunnah dikerjkan dalam setiap waktu dan lebih ditekankan lagi pada lima keadaan berikut:

1. Hendak Berwudhu.
2. Hendak Sholat.
3. Hendak Membaca Al-Qur’an.
4. Bangun Tidur,
5. Bau Mulut

Bahkan dianjurkan menurut sebagian ulama walau ketika puasa. Amir bin Rabi’ah berkata: “Aku melihat Rasulullah dan aku tidak bisa menghitungnya, bahwa Beliau bersiwak di saat berpuasa. (HR At Tirmidzi No 725, Hadis Hasan)

Imam asy-Syafi’i berpendapat tidak apa-apa bersiwak bagi orang berpuasa baik pagi dan sore.

Adapun Ahmad dan Ishaq memakruhkannya jika sudah sore (akhir siang). (Sunan At Tirmidzi, pembahasan Hadits No 725)

Selain sunnah bersiwak juga mendapakan keutamaan antara lain adalah:

1. Mendatangkan Ridho Allah
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu mensucikan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR Al-Bukhari, secara Mu’allaq)

2. Bersiwak Dalam Sholat Lebih Baik Daripada Tidak Siwak
Dari shahabat Ummu Darda, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم: {رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ}

Dua rakaat dengan bersiwak lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat dengan tanpa bersiwak.” (HR Imam Ad-Daruquthi, Sanad Hasan).

Dalam riwayat Imam Al-Baihaqi disebutkan, “Sholat dengan bersiwak lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat tanpa bersiwak.”

Keutamaan bersiwak harus kita pahami dan ketahui supaya kita menjadi takun dan suka mendawamkan amalan sunnah ini.

Tags: #Hukum Siwak #kayu Arak #Keutamaan Siwak