Jejak Sejarah Penyembahan Matahari yang Dijelaskan Al-Qur’an Hingga Sekarang

266 views

Dahulu sebelum datangnya agama Islam manusia masih tabu dan gamang mengenai Tuhan dan kekuatan spiritual.

Ada dari mereka yang menyembah matahari, bulan, dan benda-benda langit lainnya sebagai dewa yang diyakininya.

Dalam kajian Kitab Tafsir Jalalain KH Musta’in Syafii, menjelaskan, jejak penyembahan pada benda-benda langit dan benda yang lain terhapsukan sejak Islam datang.

Menurut KH Musta’in munculnya jejak penyembahan pada matahari dan lainnya  tak lepas dari pengaruh kekuasaan Kerajaan Saba Ratu Bilqis.

Kerajaan yang sangat besar yang ratu dan juga rakyatnya menyembah matahari.

Maka kemudian,  datang Nabi Sulaiman denan kabar mengenai akidah yang baik dan benar.

Loading...

Beliau memaparkan kalau  Alquran  mengabadikan kisah sejarah manusia yang menuhankan matahari dan benda langit.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Fushilat ayat 37.

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Wa min aayatihi al-lailu wa an-nahaaru wa as-syamsu wal-qamaru. Laa tasjuduu lisyamsi wa laa lil-qamari wasjuduu lillahi alladzi khalaqahunna in kuntum iyyahu ta’budun,”.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah adanya malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang Menciptakannya. Dialah yan kamu hendak sembah,”.

Tags: #Menyembah Benda #Menyembah Matahari #Orang Kafir