Jika Meninggal Saat Memendam Perasaan Cinta, Maka Ia Mati Syahid

2841 views

Perasaan cinta adalah fitrah manusia, agama islam tidak pernah melarang perasaan cinta itu sendiri. Namun meski demikian bukan lantas kita sembarang mencintai sesuka hati karena agama islam mengaturnya.

Jika ada diantara kita yang jatuh cinta lalu kita sudah memenuhi syarat untuk menikah maka alangkah baiknya kita segera menikah dan jangan menunda-nunda.

Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya untuk segera menikah karena pernikahan mencegah kita dari zina.

Namun bagi seseorang yang belum memenuhi syarat untuk menikah islam pun mengaturnya dengan cara menyimpan perasaan cinta yang kita miliki.

Dan barang siapa yang meninggal dalam keadaan memendam perasaan maka ia tergolong bersama orang-orang yang mati sahid.

Sebagaimana Hadist yang diriwayatkan oleh Al-Imam al-Khatib al-Baghdadi adalah sebagai berikut:

Loading...
مَنْ عَشِقَ فَعَفَّ فَكَتَمَ فَمَاتَ مَاتَ شَهِيدًا

“Orang yang merindu, namun mengekang diri dan menyembunyikan rasa cinta dan rindunya, itu tergolong sebagai mati syahid.”

Artinya, hadis di atas menjelaskan pengorbanan seseorang yang merasa takut kepada Allah karena belum mampu atau belum waktunya menikah sehingga ia menjaga kesuciannya dengan niat tidak ingin bermaksiat kepada Allah.

Ia tidak mengumbar rasa cintanya walau perasaannya begitu dalam kepada orang yang dicintai.

Bagi seseorang yang memendam perasaan cintanya hingga batinnya tersiksa lalu meninggal dunia maka ia tergolong sebagai orang yang mati sahid. Menurut Sayid Ahmad bin al-Shiddiq al-Ghumari dalam Dar’ al-Dhu‘fi ‘an ḥadīth man ‘asyiqa fa‘affa menguatkan kualitas hadis di atas. [bincangsyariah.com]

Tags: #Mati Sahid #Memendam Perasaan #Meninggal Dunia