Jika Orang Sibuk Membangun Dunia Maka Sibuklah Kita Membangun Akhirat

Dunia hanya sebuah fatamorgana dan tipuan belaka sedang akhirat adalah sejatinya rumah pulang abadi.

Ada sosok cendekiawan berkata, empat perkara yang  terbenam dalam empat tempat serta kepalanya nampak pada empat tempat, yaitu:

Pertama, Ridha Allah
Artinya adalah Keridhoan Allah itu terbenam di dalam sebuah ketaatan. Kemudian kepalanya akan nampak kleihatan pada rumah orang-orang dermawan.

Kedua, Murka Allah
Maksudnya adalah Murka Allah berakhir pada sebuah kemaksiatan, dan kepalanya ada pada rumah orang kikir dan bakhil.

Ketiga, Bahagia Dalam Hidup
Dalam artian bahwa kebahagiaan dalam hidup dan kelapangan rezeki ada pada amal-amalsoleh, Kemudian kepalanya ada pada rumah orang yang mendirikan shalat.

Keempat, kesulitan Hidup
Sulita dalam menjalani hidup itu tenggelam pada perbuatan jahat, kepalanya ada pada  rumah orang yang enteng dalam shalat.

Loading...

Kemudian cendekiawan berkata lagi, jika orang sibuk dalam enam hal, maka kita juga  harus sibuk dengan enam hal yaitu:

Pertama, Sibuk Dengan Amal
Jika orang sibuk dengan banyak amal, maka kita harus sibuk dengan amal soleh dan sempurna.

Kedua,  Sibuk Dengan Sunnah
Jika  orang sibuk mengerjakan amalan sunnah maka hendaknya jangan lalai dengan menyempurnakan yang wajib.

Ketiga, Sibur Perbaiki Diri
Jika orang sibuk memperbaiki yang dhahir, maka hendaknya juga rajin memperbaiki yang batin.

Keempat, Sibuk Dengan Aib Orang
Jika orang sibuk menyelidiki aib orang lain, maka hendaknya kita harus juga sibuk menyelidiki aib sendiri.

Kelima, Sibuk Dengan Dunia
Jika orang sibuk membangun dunia, maka kita hendaknya sibuk membangun akhirat.

Keenam, Sibur Mencari Ridh Makhluk
Jika orang sibuk mencari keridhaan makhluk, maka kita hendaknya sibuk mencari keridhaan Allah.

Maka perhatikanlah hal-hal diatas agar menjadi renungan bagi kita semua dan selalu mementingkan akhirat karena itulah rumah pulang abadi.

Tags: #Dunia Akhirat #Lupa Akhirat #Sibuk Dunia