Jiwa dan Akhlak Nabi SAW Seluruhnya Adalah Al-Qur’an

547 views

Seluruh Jiwa Rasulullah SAW adalah sebuah rangkuman dari akhlak-akhlak mulia. Ulama besar Ibnu Qayyim menyatakan bahwa Nabi SAW adalah perpaduan ketakwaan dan sifat-sifat yang luhur.

Ketakwaan yang dimiliki oleh seorang hamba, mampu memperbaiki hubungan dengan Tuhannya. Dan Budi yang luhur mampu menciptakan hubungan baik sesama makhluk. Takwa pada Allah dapat memunculkan benih cinta kepadaNya, dan akhlak yang baik dapat menumbuhkan saling cinta dengan sesama mahkluknya.

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi SAW adalah Alquran” (HR Muslim). Jawaban Siri Aisyah ini sangat singkat, tetapi sangat mengandung makna. Ia menyifati dengan Al-Qur’an. Memang tepat, akhlak Nabi SAW adalah Alquran.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,” (QS. Al-Israa’: 9).

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

“(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya.” (QS. Al-Jinn: 2).

Loading...

Akhlak Nabi SAW adalah Alquran kitab suci yang disifati dengan firman Allah,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 2).

Karena Nabi Muhammad SAW di utus kemuka bumi ini hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

Anas RA berkata, “Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia.” (HR Bukhari-Muslim).

Anas juga berkata, “Selama 10 tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata “Ah”, sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, ‘Kenapa kamu mengerjakan ini? atau ‘Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?” (HR Bukhari-Muslim).

Tags: #Akhlak Nabi #Al-Qur'an Suci #Jiwa Nabi