Kapan Istighfar Diucapkan? Di Waktu-waktu Inilah

819 views

Sebagai umat muslim kita diharuskan selalu bertaubat, senantiasa memohon ampun kepada Allah, selalu beristighfar kapan pun dan dimanapun. Sebagaimana Rasulullah SAW Bersabda:

“Sesungguhnya dari arah tenggelamnya matahari ada pintu yang senan­tiasa terbuka luasnya tujuh puluh tahun. Pintu itu akan senantiasa terbuka untuk taubat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila matahari telah terbit dari arah sang, maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang un­tuk dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau dia be­lum mengusahakan kebaikan dalam imannya.”

Namun adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk beristighfar kepada Allah? Inilah Waktu-waktu dan tempat yang sangat dianjur­kan untuk istighfar dan taubat :

1. Setelah Melakukan Dosa
Kita harus bertaubat kepada Allah terutama ketika kita sadar telah melakukan doa.

Kita harus benar-benar mengaku kepada Allah terhadpa dosa yang sudah kita lakukan dan waktu untuk beristighfar yang paling baik itu ketika kita sudah melakukan dosa.

Kita harus memohon kepada Allah agar kita diampuni dosanya, dihilangkan dari segala hal yang bisa membuat tergelincir melakukan dosa.

Loading...

Nabi Adam ‘alaihis salam dan istrinya pun telah memberi contoh yang baik ketika keduanya berkata setelah menerjang dosa.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi’.” (QS. al-A’rof[7]: 23)

Nabi Muhammadd SAW Bersabda kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Wahai ‘Aisyah, apabila engkau mengerjakan dosa, maka mintalah ampun kepada Alloh dan bertaubatlah. Karena apabila seorang hamba mengakui dosanya kemudian bertaubat, maka Alloh akan memberi taubat kepada.”

2. Setelah Berbuat Kebaikan
Ketika kita mengerjakan kebaikan atau ketaaan kita harus beristighfar kepada Allah sebab atas karunia Allahlah seorang hamba mengerjakan perbuatan baik dan semata-mata karena Allah lah kita bisa berbuat baik.

Dan tak ada yang bisa mengetahui apakah amalannya diterima atau tidak. Imam Ibnul Qoyyim rahimaullah berkata:

“Orang-orang yang mempunyai kemauan dan pandangan, sangat perhatian untuk istighfar setelah mengerjakan ketaatan. Andaikan tidak karena perintah dan perkara dari Alloh Ta’ala, tentulah mereka tidak akan mampu untuk mengerjakan peribadahan ini.”

Hal ini sudah dianjurkan sebagai contoh diantarnya. Allah selalu memerintahkan para hamba-Nya untuk beristighfar setelah melakukan ibadah haji. Allah Ta’ala berfirman:

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Kemudian bertolaklah kamu dari tem-pat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. al-Baqoroh [2]: 199)

3. Jadikan Dzikir Harian
Di dalam shalat berisi tentang banyak permohonan juga ampunan kepada Allah diantaranya adalah doa iftitah, rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud dan lainnya.

Di dalam sholat kita senantias aberistigfar kepada Allah, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Demikian juga dzikir pagi dan sore yang didalamnya terdapat kandungan permohonan bahkan ada doa yang disebut denganSayyidul Istighfar (penghulunya istighfar).

Luqman al-Hakim pernah berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, biasakan lisanmu un­tuk mengucapkan : Allohummaghfirli (Ya Alloh, ampunilah aku) Karena sesungguhnya Alloh Ta’ala mempunyai waktu-waktu yang mustajab tidak tertolak bagi yang memintanya.”

4. Di Akhir Malam
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang berbunyi:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“… dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar” (QS. Ali Imron[3]: 17)

5. Saat Terjadi Gerhana
Nabi Muhammad bersabda:“Apabila kalian melihat sedikit dari hal itu -gerhana bulan atau matahari-, maka bersegeralah berdzikir ke­pada Alloh, doa kepada-Nya serta mintalah ampunan kepadaNya.

6. Saat Shalat Malam
Ibnu Abbas Radiyallahu anhu berkata: Nabi Muhammad SAW apabila bangun diwaktu malam untuk shalat tahajjud beliau berdoa:

“Ya Allah, ampunilah aku terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan sembu­nyi-sembunyi dan yang terang-terangan, Engkau yang terdahulu dan Engkau yang terakhir. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau.

7. Ketika Terjadi Sesuatu yang Genting
Para ulama berpedapat dengan firman Allah SWT yang berbunyi:

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَائِنِينَ خَصِيمًا ، وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat, dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa[4]: 105-106)

Ketika kita sedang berada dalam masalah yang sangat serius dan membutuhkan solusi maka kita harus memeprbanyak istighfar.

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. al-Muthoffifin[83]: 14). [ibnuabbaskendari.wordpress.com]

Tags: #Beristighfar #Waktu Beristighfar #Waktu Terbaik