Kebencian Jibril Pada Fir’aun, Sampai Dia Menyumbat Mulutnya Saat Akan Bersyahadat

867 views


Telah kita ketahui bersama tentang  kesombongan dan kecongkaan Fir’aun hingga membuat Malaikat Jibril sangat membencinya.

Saat  Allah menenggelamkannya di laut merahh, Jibril hadir untuk menyaksikan kejadian itu.

Saat kritis, Fir’aun akan membaca syahadat : “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israi.”

Maka Jibril menyumbat mulut Fir’aun dengan lumpur laut, dia tidak bisa berucap kalimat tauhid.

Malaikat jibril berkata pada Nabi, “Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya,”

Malaikat Jibril khawatir fir’aun bisa meraih rahmat Allah dan diterima taubatnya saat kritis.

Loading...

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Quran . Allah SWT berfirman:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya,

karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:

“Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS Yunus: 90)

Kisah tentang kebencian  diceritakan dalam

Hadis menceritakan kebencian  Jibril kepada Fir’au, diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287.

Lihat hadis ini di Shahih Sunan Tirmidzi, 3/61, no. 3320-3321. Muhaqqiq Jami’ul Ushul (2/192) menisbatkannya kepada Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, dan Abu Dawud At-Thayalisi.

Abu Isa At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadis hasan sahih gharib dari jalan ini.”

Mungkin ada yang berkata, ”Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir’aun dan mengampuninya?”

 

Dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah  Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor menjelaskan

bahwa orang yang membenci orang-orang zalim, dia berdoa kepada Allah supaya taubatnya tidak diterima dan tidak mendapat rahmat-Nya.

Kisah ini terjadi pada Musa. Dia mendoakan  Fir’aun dan bala tentaranya agar mata hatinya dikunci olej Allah.

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.

Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”. (QS Yunus: 88)

Sekarang jasad Firaun diletakkan di museum di Kairo, Mesir. Hal ini mengingatkan pada Al-Quran surat Yunus ayat 92:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

“Maka pada hari ini, Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu,

tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”

Jasad rir’aun sekarang  mulutnya terbuka menganga, seperti sedang menahan kesakitan luar biasa saat sakaratul maut.

Tags: #Laut Merah #Mulut Fir'aun #Mumi Jahat