Keharmonisan Rumah Tangga Bisa Rusak Karena Pasangan yang Pemarah

128 views

Rasanya sifat marah itu melekat sekali dengan yang namanya manusia. Siapapun pasti pernah marah atau bahkan sering marah entah marah kepada orang lain atau justru kepada diri sendiri.

Tak terkecuali terhadap orang yang kita cintai, karena kemarahan tidak bisa dipisahkan dan dihilangkan didalam diri seseorang.

Oleh sebab orang yang hebat adalah orang yang bisa menahan amarahnya. Kenapa orang yang bisa menahan amarahnya bisa dikatakan sebagai orang yang hebat?

Alasannya adalah karena kemarahan mampu membuka permasalahn baru terutama didalam hubungan rumah tangga. Sehingga menyebabkan keharmonisan didalam rumah tangga menajdi memudar jika terus dipertahankan.

1. Membuat Pasangan dan Anak Menjadi Takut
Kemarahan seseorang tidak mudah dilupakan karena sangat sulit menghilangkan rasa kesal dan kemarahan seseorang sehingga akan tetap melekat pada inagtan.

Sehingga hal-hal yang menyakitkan justru menjadi hal yang menyiksa bagi mereka yang menyabkan mereak ketakutan.

Loading...

Merasa trauma dan merasa takut untuk berbicara sehingga yang terjadi adalah pasangan atau anak akan lebih diam bahkan bisa jadi akan berubah menjadi orang yang arogan, kasar bahkan menjadi orang yang selalu murung padahal awalnya adalah sosok yang ceria.

2. Melebarkan Jarak atau Hubungan Pasutri
Entah kenapa setalah marahan pasti ada suasana canggung terhadap pasangan. Rasanya berat untuk memulai sebuah percakapan atau pembicaraan baru.

Hampir semua orang mengalami hal ini walau ada sebagian pasangan yang lebih mudah memaafkan dan lebih memudah memafkan kesalahan pasangannmu.

Terutama seorang istri yang lebih mengedepankan perasaan maka tentu ketika suaminya marah akan membuatnya merasa asing dan serba salah.

Hal ini jangan dianggap sepele karena kunci pernikahan adalah kebahagiaan suami dan istri.

Jarak yang terlalu bisa menjadi renggangnya hubungan rumah tangga oleh sebab itu hindari sifat mudah marah dan jangan memelihara sifat tersebut agar tidak semakin subur.

3. Membuka Permasalahan Baru
Dampak buruk dari marah bukan hanya menciptakan masalah yang baru akan tetapi juga bisa mengeraskan hati yang bisa berakibat pada aktivitas pada kehidupan sehari-hari.

Yang awalnya permasalahan bisa diselesaikan secara baik-baik justru menjalar kemana-mana hanya karena tidak bisa mengendalikan emosi.

Banyak kata buruk yang terlontar, jika tidak segera diatasi maka akan menanam keangguhan didalam hubungan rumah tangga karena kata-kata tidak bisa ditarik kembali.

4. Melahirkan Sifat Keras Lainnya
Orang yang mudah biasanya enggan untuk mentolerir segala yang ia dengar mau pun yang ada didepan matanya.

Karena ketika marah hal yang harus diperhatikan adalah sikap marah itu sendiri yang membuat sesorang menganggap dirinya paling benar dan berhak menghakimi orang lain melebihi Allah SWT.

Hanya Allah yang berhak menghakimi ummatnya, yang berhak dihormati serta berhak diperlakukan dengan baik.

Akan tetapi jika kurang intospeksi diri maka hanya akan membuat diri sendiri menjadi orang yang angkuh, orang yang keras, orang yang sembong serta memiliki hati yang keras.

Jika hal ini terjadi didalam rumah tangga maka akan menjadi hal yang buruk dalam jangka waktu yang lama. Dan akan sulit merasa nyaman, tak ada ketenangan serta kenyamanan didalam rumah tangga.

Ketika kita merasa benar bukan berarti pasangan kita salah dan kita berhak mara-marah. Dan ketika kita salah belum tentu kita bisa berubah atau berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu diberi pilihan untuk menanggapi sebuah permasalahan.

Melampiaskan dengan kemarahan atau menyelesaikan dengan rasa tenang dengan cara mengendalikan diri yang mengakibatkan dampak baik sedangkan jika melampiaskan dengan amarah maka akan berdampak dengann buruk.

Semoga kita mampu menahan amarah serta senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah agar tidak menjadi orang pemarah. [ummi-online.com]

Tags: #Merusak Hubungan #Pemarah #Tidak Harmonis