Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

897 views

Menikah itu ibadah, karena bagi yang menikah sudah dianggap telah menyempurnakan separuh agamanya.

Muda-mudi yang sudah siap menikah dianjurkan untuk segera melangsungkan pernikahan tanpa harus menunda. Kesiapan seseorang bukan hanya bisa dilihat dari usianya namun juga dari biaya terutama mentalnya.

Kesiapan mental seseorang bisa dilihat dari kesehariannya serta kedewasaannya dalam bersikap. Dilihat dari bagaimana cara ia memperlakukan orang lain dan bagaimana cara menghadapi suatu masalah juga bagaimana cara menyelesaikannya.

Dan biaya memang bukan menjadi penghambar pernikahan karena pernikahan tidak perlu biaya mahal. Hanya setelah menikah memang dibutuhkan kesiapan finansial yang mencukupi.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. an-Nuur: 32)

Sesungguhnya pernikahan bukanlah sesuatu yang sulit namun orang-orang banyak yang mempersulit pernikahan itu sendiri.

Loading...

Contohnya seperti harus mewah dan berpesta riah, maharnya harus besar bahkan hingga penentuan baik buruknya hari pun harus diperhitungkan jauh-jauh hari.

Karena ada beberapa daerah yang masih memiliki kepercayaan tersebut. Misal menikah dihari yang dianggap kurang baik maka katanya akan membawa pada hal-hal yang buruk juga.

Padahal didalam agama islam hal-hal yang demikian tidak diperbolehkan. Sebab hanya Allah yang mampu mendatangkan sesuatu dan apapun itu tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah.

Sebab tak ada hari atau tanggal yang buruk untuk melangsungkan pernikahan, segalanya akan baik-baik saja jika kita pasrah kepada Allah serta meminta pertolongan kepada-Nya.

Akan tetapi islam menganjurkan agar umat muslim melangsungkan pernikahannya karena jika melangsungkan pernikahan dalam waktu tersebut akan mendapakan banyak keutamaan.

Waktu yang sangat dianjurkan untuk melangsungkan pernikahan adalah bulan syawal. Bulan setelah bulan ramadhan dalam hitungan hijriah.

Berikut ini beberapa keistimewaan menikah pada bulan syawal

1. Dianjurkan Untuk Menikah Bagi Mereka yang Telah Dipertemukan di Bulan Syawwal
Setelah bulan ramadhanyaitu bulan syawal selain berpuasa selama 6 hari,ada sunnah lainnya yang utama yaitu melangsungkan pernikahan bagi seseorang yang sudah siap dan diberi kesempatan oleh Allah. Berikut ini dalil tentang keutamaan menikah di bulan syawwal:

‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim)

2. Menepis Kepercayaan Menikah di Bulan Syawal Akan Sial
Bulan Syawwal dijadikan waktu sunnah untuk melangsungkan pernikahan serta dianjurkan untuk menghilangkan kepercayaan orang jahiliyah yang mengangap bahwa menikah dibulan syawal akan berujung perceraian.

Sehingga banyak paraorag tua tidak mau menikahkan anaknya pada bulan tersebut.

Sehingga untuk menghilangkan kepercayaan tersebut menikah pada bulan syawwal dijadikan sebagai ibadah dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Hadits diatas pun menganjurkan untuk menikah pada bulan syawwal sehingga mematahkan keyakinan juga anggapan sial terhadap hal yang bisa menjerumuskan kesyirikan.

Sesuatu yang sial juga dianggap sebagai “thiyarah” dan inilah dalil yang melarang kita melakukan hal tersebut:

Nabi Muhammad SAW menjelaskan anggapan sial pada sesuatu yang termasuk syikir. Nabi Muhammad SAW bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakkal” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 429)

Akan tetapi meski bulan syawwal merupakan bulan yang utama namun bukan berarti terburu-buru ingin menikah. Sebab pernikahan adalah sesuatu yang sangat baik maka persiapannya pun harus baik.

Jangan sibuk memikirkan pernikahan hingga melalaikan hal lainnya yang menjadi kewajiban, seperti orang tua, pekerjaan dan pendidikan.

Tunggu diwaktu yang tepat dan persiapkan dengan memantaskan diri sebelum dipertemukan dengan jodohnya. Sehingga ketika jodohnya datang sudah benar-benar siap.

Jangan pernah khawatir sebab Allah telah menentukan jodoh juga setiap waktu manusia. Jika sudah dimudahkan oleh Allah maka tak ada salahnya untuk segera atau mempercepat pernikahan. [dalamislam.com]

Tags: #Keutamaan Bulan Syawwal #Menikah #Segera Menikah