Kewajiban yang Harus Dipahami Pasangan Suami-Istri Dalam Berumah Tangga

263 views

Ketika kita memasuki sebuah sekolah atau kampus misalnya maka tentu yang harus kita lakukan adalah mentaati perarturan yang ada didalamnya.

Hal itu pun berlaku pada suami-istri. Ketika seseorang sudah menikah maka tentu ada kewajiban yang harus dipenuhi dan dipahami.

Tidak hanya bagi seorang laki-laki namun juga bagi serorang perempuan. Keduanya harus sama-sama memahami kewajiban tersebut sehingga akan menjalain hubungan rumah tangga yang baik.

Dengan mentaati aturan yang ada menjalankan kewajiban maka tentu akan terasa tentram dan penuh dengan kedamaian.

Namun sayangya beberapa kasus antara suami-istri sama-sama tidak menyadari apa saja kewajibannya atau bahkan tidak paham dengan kewajibannya.

Tidak hanya laki-laki, namun ada juga seorang wanita yang tidak mengerti kewajiban sebagai istri.

Loading...

Tidak hanya bagi pasangan yang beru menikah namun juga bagi pasangan yang sudah lama menikahpun perlu belajar mengenai hak dan kewajiban sebagai suami maupun sebagai istri.

Sehingga memiliki tanggung jawab dan komitmen didalam pernikahannya.

Kewajiban Seorang Suami

1. Memperlakukan Istri Dengan Baik
Perlakukan istrimu dengan baik, beriskpalah baik dan janganlah bersikap kasar kepadanya.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“… dan bergaullah dengan mereka dengan baik …” (QS. an-Nisa’: 19).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat an-Nisa’ ayat 19 di atas, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 3: 400)

2. Menafkahi Istri
Seorang suami harus menafkasi isrtinya, nafkah lahir maupun batin.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“… dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut …” (QS. al-Baqarah: 233)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Bapak dari si anak punya kewajiban dengan cara yang ma’ruf (baik) memberi nafkah pada ibu si anak, termasuk pula dalam hal pakaian. Yang dimaksud dengan cara yang ma’ruf adalah dengan memperhatikan kebiasaan masyarakatnya tanpa bersikap berlebih-lebihan dan tidak pula pelit. Hendaklah ia memberi nafkah sesuai kemampuannya dan yang mudah untuknya, serta bersikap pertengahan dan hemat” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2: 375)

3. Bersabar Ketika Ada Hal yang Tidak Disukai Dari Istri
Ketahuilah wahai suami bahwa istrimu juga memiliki kekurangan sehingga jangan pernah meminta kesempurnaan darinya.

Istrrimu juga sama halnya dengan dirimu yang juga memiiki kekurangan dan istrimu juga memiliki hal yang ia tidak sukai darimu.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“… dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS. an-Nisa[4]: 19)

4. Mendidik Istri
Menjadi seorang suami tentu haruslah menjadi imam yang baik kepada istrinya serta harus mendidik istrinya sebaik mungkin.

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, berabda Rasulullah SAW:

Takutlah kamu sekalian kepada Allah dalam hal kaum perempuan, karena mereka adalah amanat Allah yang kamu sekalian ambil, kamu sekalian mendapatkan kehalalan farji mereka dengan kalimat Allah. Kamu sekalian harus menjaga mereka untuk kehormatan kamu sekalian dari seseorang yang kamu sekalian tidak sukai. Jika mereka melakukan hal itu, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Di samping itu kamu sekalian harus memberi mereka nafkah dan pakaian yang baik.” (HR. Bukhori dan Muslim, lafazh hadis bagi Muslim)

5. Merasa Cemburu
Seburuk-buruknya laki-laki adalah laki-laki yang ketika sudah memiliki istri namun ia tidak merasa cemburu kepada istrinya.

Dari Abdillah bin Yassar, pembantu Ibnu Umar, ia berkata, sungguh aku menyaksikan salim berkata, berkata Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda;

“Ada tiga manusia yang tidak akan masuk surga dan tidak dipedulikan Allah swt kelak pada hari kiamat ; orang yang menyakiti kedua orang tuanya, perempuan bersifat kelelaki-lakian sehingga menyerupai laki-laki, seorang dayyus (yang tidak punya rasa cemburu terhadap istri dan keluarga).” (HR Nasa’I dan Ahmad)

Kewajiban Seorang Istri

1. Menaati Suami
Semenjak Menikah seorang perempuan yang awalnya syurga ditelapak kaki ibunya beralih keapda suaminya.

Maka Tentulah sebagai istri harus mentaati suaminya dan jangan pernah membangkang terhadapnya.

2. Memelihara Kehormatan Diri Ketika Tidak Ada Suaminya
Ketika suami keluar rumah atau ketika suami jauh darinya maka tentu sebagai istri harus selalu menjaga kehormatannya.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka) …” (QS. an-Nisa[4]: 34)

3. Meminta Izin Suami
Ketika seorang istri hendak keluar rumah maka wajib hukumnya ia meminta izin kepada suaminya. Dan jangan pernah keluar rumah dan melangkahkan kakinya jika suaminya tidak ridho karena pada saat itu pula Allah melaknatnya. Rasulullah saw bersabda:

“Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa izin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Melayani Kebutuhan Biologis Suami
Seorang istri tidak boleh menolak ajakan suami, walau dirinya sedang capek atau ketika memiliki pekerjaan. Wajib hukumnya melayani suami ketika suami menghendakinya.

“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya). [ummi-online.com]

Tags: #Hak Suami dan Istri #Kewajiban Suami-Istri