Kisah Gagalnya Eksekusi Mati Pemberontak Karena Shalat Subuh

251 views

Salim bin Abdullah adalah cucu Al-Faruq Umar Bin Khattab. Dia pernah menemui gubernur Hajaj bin Yusuf dalam rangka memberitahu kebutuhan kaum muslimin.

Hajaj menyambut penuh ramah dan memuliakan salim dengan sangat berlebihan.

Sesaat kemudian, ada beberapa orang dibawa menghadap Hajaj. Mereka berrambut kusut, debu menempel di badan. Wajahnya pucat. Mereka dibelenggu dan terikat.

Hajaj melihat Salim bin Abdullah dan memberi penjelasakan bahwa mereka pemberontak. Mereka juga menghalalkan darah yang Allah SWT haramkan.

Sang Gubernur  memberikan pedangnya pada Salim.  Dan gubernur menunjuk dari mereka seraya berkata:

“Pergilah menuju dia, lalu tebas lehernya!” Salim pun menerima pedang itu dan berjalan mendekati orang yang dimaksud.

Loading...

Suasana tegang, semua mata tertuju pada Salim, memperhatikan apa yang akan dilakukannya.

Dihadapan orang tersebut terjadi dialog berikut:

“Apakah kamu muslim?” Tanya Salim.

“Ya, saya muslim, tapi apa perlunya Anda bertanya demikian? Lakukan saja apa yang diperintahkan kepada Anda!” Jawab orang yang akan ditebas lehernya itu.

Kemudian Salim bertanya “Apakah kamu shalat subuh?

“Sudah saya katakan saya ini muslim, kenapa Anda masih bertanya demikian? Adakah orang muslim yang tidak shalat subuh?” Jawab si terdakwa dengan nada tinggi.

“Maksud saya, apakah kamu shalat subuh hari ini?” Salim bertanya.

“Semoga Allah memberi Anda hidayah, sudah saya tegaskan saya selalu shalat subuh, silahkan Anda memenuhi perintah orang zalim itu agar dia tidak murka kepada Anda.”

Kemudian Salim bin Abdullah berbalik menghadap Hajaj dan melempar pedang yang digenggamnya, seraya mengetakan:

“Orang ini mengaku muslim dan berkata bahwa hari ini dia shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah SWT, maka saya tidak akan membunuh seorang yang berada dalam perlindungan-Nya.”

Tags: #eksekusi Mati #Pemberontak Taubat #Solat Subuh