Kisah Keislamannya 2 Jawara Kafir Quraisy Hingga Mengguncang Batin Orang-orang Musyrik

Islam agama yang mulai dan tak ada yang meniggi dari pada agama islam. Karena hanya islamlah agama yang Alla ridhai.

Di akhir tahun keenam dari kenabian, Allah menhadiahkan sebuah  kekuatan kokoh bagi umat Islam. Yakni dengan masuknya islam seorang paman Nabi yakni Hamzah bin Abdul Muthallib.

Ini menyulut kemarahan kaum kafir Quraisy. Karena Hamzah merupakan pemuda paling mulia di suku Quraisy dan orang yang paling keras wataknya.

Tiga hari setelah masuknya Hamzah pada agama islam, Umar ibn Khaththab juga masuk Islam. Dialah lelaki berwatak keras dan jawara.

Ini juga menyebabkan sebuah guncangan mental keras di kalangan kaum musyrik. Umat Islam sangat senang. Dan orang musyrik sangat terhinakan.

Ibnu Mas`ud menceritakan, “Kami tidak pernah bisa shalat di dekat Ka`bah hingga Umar masuk Islam.”

Loading...

Shuhayb ibn Sinan juga bercerita, “Setelah Umar memeluk Islam, Islam mulai tampak dan didakwahkan secara terbuka.

Kami pun leluasa duduk berdiskusi di sekitar Ka`bah, mengelilingi Ka`bah, dan menuntut balas orang yang pernah mengasari kami.”

Abdullah ibn Mas`ud menyatakan, “Kami selalu dihormati semenjak Umar memeluk Islam.”

Diriwayatkan oleh Mujahid bahwa Ibnu Abbas bertanya kepada Umar, “Mengapa engkau dijuluki al-Faruq?”

“Hamzah memeluk Islam tiga hari sebelumku,” kata Umar pada Abbas.

Lalu, Umar  menceritakan kisah keislamannya dan menutup kisahnya dengan berkata, “Sesudah aku masuk Islam, aku bertanya pada Nabi,

‘Bukankah kita berada di pihak yang benar, baik hidup maupun mati, Rasulullah?’

‘Demi yang jiwaku berada di genggaman-Nya. Kalian berada di pihak yang benar, baik kalian hidup maupun mati,’ jawab Nabi.

‘Jika demikian, untuk apa kita harus sembunyi-sembunyi? Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, kita harus keluar!’ sahut Umar tegas.

Kemudian Umar melanjutkan, `Kami pun keluar dalam dua barisan; satu barisan dipimpin oleh Hamzah dan satu lagi olehku.

Orang-orang Quraisy melihat ke arahku dan Hamzah. Mereka terlihat sangat terpukul. Pada hari itulah Nabi menamaiku al-Faruq.”

Jadi, sejak itulah umaar mendapat julukan al faruq. Islam semakin kuat dengan islamnya keduan orang yang sama-sama keras ini.

Tags: #Dua Jawara #Islam Kuat #Kafir Arab #Orang Kafir