Kisah Siti Aisyah Difitnah Selingkuh dan Berzina

313 views

Salah satu masalah menimpa Aisyah adalah difitnah bahwa dirinya selingkuh dan berzina.

Dalam sirah nabi, peristiwa ini dikenal dengan ‘haditsul ifki’. Fitnah ini sempat menggegerkan rumah tangga Rasulullah dengan Aisyah. Dan Aisyah sangat terpukul disebabkan dengan fitnah ini.

Di saat-saat berat seperti itu, sang ibu, Ummu Ruman, hadir menyertai putrinya.

Ummu Ruman radhiyallahu ‘anha bercerita tentang kisah fitnah tersebut. Katanya, “Saat aku sedang duduk bersama Aisyah, tiba-tiba seorang wanita Anshar masuk menemui kami.

Ia berkata, ‘Semoga Allah melakukan demikian dan demikian terhadap si Fulan’. Aku berkata, ‘Kenapa memangnya’? Ia menjawab, ‘Ia menceritakan suatu kejadian’. ‘Kejadian apa’? tanya Aisyah.

Wanita itupun menceritakannya. Aisyah menanggapi ceritanya dengan bertanya, ‘Apakah Abu Bakar dan Rasulullah telah mendengar berita itu’? ‘Iya’, jawabnya. Aisyah pun pingsan. Dan saat bangun ia dalam kondisi demam dan wajahnya pucat.

Loading...

Lalu Rasulullah datang. Beliau bertanya, ‘Ada apa dengannya’? ‘Ia demam karena mendengar berita yang beredar’, jawabku.

Aisyah duduk dan berkata, ‘Demi Allah, seandainya aku bersumpah dia tak akan membenarkanku.

Kalau aku memberikan alasan, tentu ia tak akan menerimanya. Kondisiku saat itu sama seperti kondisi Ya’qub dengan anak-anaknya. Hanyalah Allah tempat mengadu atas apa yang mereka tuduhkan.

Setelah berlalu beberapa hari. Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya untuk membela Aisyah.

Nabi mengabarkan tentang ayat Alquran yang turun tersebut kepada Aisyah. Aisyah berkata, ‘Segala puji hanya untuk Allah. Tidak untuk siapapun (Shahih al-Bukhari).

Inilah kisah ibu hebat yang setia menemani putrinya kala tertimpa ujian besar. Ia senantiasa hadir mendampingi pada putrinya. Supaya putrinya yang dalam  kegalauan dan nelangsa dapat merasakan ketenanan. Hingga pada akhirnya solusi pun turun dari langit.

Sosok Ummu Ruman tergores pada peristiwa paling Bahagia putrinya. Yaitu dinikahi Rasulullah. Dan sang ibu juga selalu hadir menemani putrinya saat ujian berat menerpa rumah tangganya.

Adapun menegnai wafatnya Ummu Ruman. Ada yang mengatakan ia wafat tahun 6 Hijriyah.

Dalam buku ‘Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan’, dijelaskan hingga suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan kuburan Ummu Ruman.

Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar berkata, “Tatkala aku menunjuk kuburan Ummu Ruman,

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bersabda, ‘Barang siapa ingin melihat seorang perempuan dari kalangan bidadari bermata jelita, hendaklah ia melihat Ummu Ruman.’

Ummu Ruman tak hanya sebagai mertua Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam namun juga sahabat yang ikut berjihad. Berhati suci dan jiwa yang baik.

Tags: #Ibu Mertua Nabi #Istri Kuat #Istri Nabi