Kisah Tenangnya Abu Bakar dan Hebohnya Umar di Hari Wafatnya Nabi SAW

676 views

Ketika Manusia terbaik di dunia wafat, yakni Nabi Muhammad menyisakan kesedihan di hari para umat islam. Apalagi bagi para sahabatnya yang sangat mencintai Nabi. Seperti Umar, bahkan ia mengancam akan memotong tangan dan kaki orang yang mengatakan Nabi telah wafat.

Beda dengan Abu Bakar Shiddiq yang baru datang. Beliau tidak berhenti walaupun mendengar pidato Umar sampai menghebohkan kota itu.

Ketika mendengar kabar tentang wafatnya Nabi Abu Bakar langsung ke rumah Aisyah dan melihat jenazah Nabi yang sudah ditutupi kain.

Lantas ia keluar seraya berkata, “Saudara-saudara! Barang siapa yang ingin menyembah Muhammad, Muhammad telah wafat. Tetapi barang siapa menyembah Allah, maka Allah selalu hidup, tak pernah Mati.”

Kemudian ia membaca firman Allah:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?
Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.“ (Ali Imran : 144)

Loading...

Meskipun Abu Bakar sedih karena ditinggal Nabi, tapi sikap beliau tetap tenang. Tidak memperlihatkan perasaan sedihnya. Bahkan setelah ia membaca firman Allah itu sontak menyadarkan Kaum Muslimin sehingga mereka tidak tidak larut dalam kesedihan yang kepanjangan.

Tags: #Abu bakar Tenang #Umar Gusar #Wafatnya Nabi