Larangan Nabi SAW Bagi Orang yang Hendak Berkurban

238 views

Dzul Hijjah adalah salah satu dari empat bulan yang disitimewakan atau  oleh Allah.

Pada bulan Dzul Hijjah ini adalah hari raya ‘Idul Adha yaitu pada tanggal sepuluh dan juga disebut hari Nahr yakni penyembelihan hewan kurban.

Melaksanakan ibadah kurban pada hari Nahr merupakan perintah Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah “.

Loading...

Penyembelihan hewan kurban harus setelah shalat ‘idul adha. Kalau menyembelihnya sebelum pelaksananaan shalat ‘idul adha maka bukan dianggap hewan kurban.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melarang muslim yang ingin berkurban agar tidak memotong kuku dan mencukur rambutnya.

Larangan itu dimulai dari awal bulan Dzul Hijjah sampai hewan kurban itu disembelih. Akan tetapi larangan itu seringkali dilupakan.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim :

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ‏”‏ ‏.‏

Dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian telah melihat hilal Dzul Hijjah, dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, hendaknya ia tidak mencukur rambut dan tidak memotong kuku terlebih dahulu.”

Dalam rangka i’ttiba pada Rasulullah SAW, sebaiknya kita saling mengingatkan mengenai larangan dan anjuran dalam ibadah kurban.

Dan di perkiraan batas akhir pemotongan kuku dan mencukur rambut adalah 29 Dzulqa’dah H.

Tags: #Hewan Kurban #Larangan Saat Kurban