Macam-macam Sholat Sunnah Rawatib

1185 views

Arti dari Rawatib adalah mengikuti karena shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilakukan sebelum atau sesudah sahalat wajib yang artinya shalat sunnah tersebut mengikuti shalat sunnah wajib.

Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi Dalam kitab Fathul Qarib menerangkan macam-macam shalat rawatib dan bagaimana cara mengerjakannya:

و(السنن التابعة للفرائض) ويعبر عنها أيضا بالسنة الراتبة، وهي (سبعة عشر ركعة: ركعتا قبل الفجر، وأربع قبل الظهر، وركعتان بعده، وأربع قبل العصر، وركعتان بعد المغرب، وثلاث بعد العشاء يوتر بواحدة منهن) الواحدة هي أقل الوتر( والراتب المؤكد من ذلك كله عشر ركعات: ركعتان قبل الصبح وركعتان قبل الظهر وركعتان بعدها وركعتان بعد المغرب وركعتان بعد العشاء

Shalat Sunnah Rawatib
Adapun Shalat Sunah Rawatib Berjumlah 17 Rakaat. Yaitu;

  • Dua rakaat sebelum shalat subuh,
  • Empat rakaat sebelum shalat dzuhur dan dua rakaat setelahnya,
  • Empat rakaat sebelum shalat asar, dua rakaat sebelum maghrib dan tiga rakaat setelah isya’ dengan satu rakaat witir.

Cara mengerjakannya adalah:

Qobliyah dilakukan sebelum melakukan shoalt fardu dengan catatan sudah memaski waktu shalat dan qobliyah dilakukan setelah selesai shalat wajib.

Shalat sunnah rawatib tersebut sangat dianjurkan yaitu, dua rakaat sebelum shalat subuh, dua rakaat sebelum shalat dzuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib dan dua rakaat setelah shalat isya.

Loading...

Dan ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa jumlah shalat rawatib berjumlah 12 rakaat, dengan 4 rakaat sebelum dzuhur berdasarkan hadis berikut.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : ” مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاةِ الْفَجْرِ ” .رواه الترمذي وصححه الألباني في صحيح الجامع

“Nabi Muhammad Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang melaksankan shalat sehari semalam sebanyak dua belas rakaat maka akan dibangun untuknya sebuah rumah di surga. Empat sebelum dzhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.’ Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan dishahihkan Albani dalam shahih al-jami’.”

Mushthafa Dib al-Bugha dalam At-Tahdzib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wa At-Taqrib mengatakan bahwa para ahli fikih menggelompokkan ke-12 rakaat di atas sebagai shalat sunah muakkad atau shalat sunnah yang sangat dianjurkan disebabkan karena Nabi Muhammad selalu menegrjakannya dan jarang sekali beliau meninggalkannya. [bincangsyariah.com]

Tags: #Shalat Sunnah Rawatib #Sunah Bakdiyah #Sunah Qobliyah