Mahar Baju Perang Adalah Bukti Cinta dalam Diam Sayyidina Ali dan Siti Fatimah Putri Rosulullah

Nabi Muhammad SAW menikahkan putri tercintanya, wanita terbaik dari kalangan Ahlul Bait, Fatimah az-Zahra dengan pria terbaik dari kalangan Ahlul Bait pula, Ali bin Abu Thalib. Sebelum Sayyidina Ali menikah dengan Fatimah, dia memberikan uang senilai zirah atau baju perang yang terbuat dari besi sebagai pernikahan mereka.

Diambil dari buku Hasan dan Husain, The Untold Story dari penulis Sayyid Hasan al-Husaini, dijelaskan bahwa zirah merupakan pemberian dari Ustman bin Affan. Ustman memberikan baju perang itu beserta uang yang senilai dengannya.

Sayyidina Ali bin Abu Thalib menceritakan kisahnya ketika melamar Siti Fatimah, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Ketika akan menikahi Fatimah, aku berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku (dengan Fatimah)’. ‘Jika kamu ingin menikah dengan dia, berilah sesuatu sebagai maharnya!’ Beliau menanggapi. ‘Tetapi aku tidak punya apa-apa’.’Mana zirah Huthamiyahmu?’. ‘Ada di rumah’. ‘Kalau begitu, berikanlah zirah itu sebagai maharnya!’,” pesan Rasulullah.

Lantas, Sayyidina Ali menjual zirah Huthamiyah miliknya kepada Utsman seharga 480 dirham. Namun ketika Sayyidina Ustman mengetahui mengapa Sayyidina Ali menjualnya karena akan menikah, Sayyidina Utsman langsung menghadiahkan zirah tersebut sebagai hadiah pernikahan.

Sayidana Ali pun menghadap Rasulullah SAW dengan membawa uang hasil penjualan zirahnya dan zirah itu sendiri. Sementara Rasulullah SAW mendoakan sejumlah kebaikan untuk Utsman, dari As-Sirah al-Halabiyyah.

Hal seperti itu adalah tradisi dan kebiasaan yang dipraktikkan para sahabat. Mereka saling bahu-membahu membantu saudara seiman, Ali bin Abu Thalib dalam menanggung biaya pernikahan. Mereka selalu berusaha menebarkan cinta dan kasih sayang di antara para sahabat.

Loading...

Tags: #Mahar Pernikahan #Pernikahan Sahabat #Putri Nabi