Makan Bekicot, Ini Hukum Detailnya Dalam Islam

271 views

Perihal makan bekicot tidak ada di dalam nash Alquran dan hadist. Akan tetapi dalam hal ini Mazhab Imam Syafi’i mengharamkan makan bekicot karena menjijikkan.

Hukum Halzun atau bekicot tidak ada dalam nash. Artinya tidak ada nash langsung mengharamkan atau menghalalkannya.

Dalam Mazhab Syafi’i, bekicot diharamkan karena menjijikkan untuk dikonsumsi oleh manusia sebagai makhluk yang mulia.

Memang teks (nash) Alquraan dan hadis Rasullah tidak ada tentang hukum halal-haram bekicot.

NAmun Imam Syafi’i mengharamkan sebab hewan itu menjijikkan.

Beda halnya dengan pendapat Imam Syafi’i yang mengharamkan bekicot. Imam Malik, tidak mempersoalkannya, artinya boleh makan bekicot alias halal.

Loading...

Pernah Imam Malik ditanya perihal hewan yang ada di daerah Maghrib, Maroko yang disebut dengan halzun. Imam Malik menyatakan boleh dimakan.

Pendapat Imam Malik masih perlu ditelaah ulang sebagai wujud kehati-hatian sebagai orang islam.

Pendapat Imam Malik dalam kitabnya, Mudawwanah al-Kubro, perlu di telaah ulang karena pendapat itu ada beberapa aturan.

Seperti harus dalam keadaan mati, maka bekicot tidak boleh dimakan, dan jika hidup dibolehkan.

Mayoritas orang indonesia madhabnya Imam Syafi’i, maka tidak bijak jika ikut pendapat Imam Malik yang membolehkan makan bekicot.

Tentang sesuatu yang halal dan haram, Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula.

Sedangkan di antaranya ada perkara syubhat (samar-samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-Nya.

Barang siapa yang menghindari perkara syubhat (samar-samar), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.

Barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar-samar, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram.

Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya.

Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan (undangĀ­-undang). Ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya.

Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya.

Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafazh Muslim)

Tentang kewajiban konsumsi makanan halal dijelaskan Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 168 yang artinya.

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.

Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.”

Tags: #Hewan Bekicot #Hukum Bekicot