Malaikat Tidak Setuju Dengan Kepemimpinan Adam di Bumi?

152 views

Malaikat diciptakan Allah SWT dari cahaya dan hanya untuk beribadah murni kepada-Nya.

Malaikat tidak pernah membangkang apalagi maksiat kepada Allah. Semua sangat patuh dengan apa yang Allah suruh.

Bahkan diperintah bersujud kepada Nabi Adam pun para malaikat mengikuti segala perintah-Nya.

Lantas , dengan kepemimpinan Nabi Adam di bumi sebagai khalifah Allah, adakah tanggapan  Malaikat akan kepemimpinan tersebut?

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

“Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.

Loading...

Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.” (QS Al-Anbiya: 19-20).

Para malaikat wajib menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ التحريم

(Malaikat) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS At Tahrim: 6).

Allah SWT tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat. Allah berfirman:

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya (QS Al-Anbiya: 23).

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.

Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,

padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al Baqarah: 30).

Orang-orang bisa saja keliru dengan pertanyaan Malaikat tentang kepemimpinan Adam.

Ada yang menyangka bahwa Malikat keberatan dengan Adam, dan ada gambaran tidak menyetujuinya.

Akan tetapi tidak benar begitu, malah sebaliknya itu menunjukkan kekaguman.

Para ahli tafsir dan ulama mamaparakan  bahwa pertanyaan dari malaikat itu menunjukkan bahwa itu pertanyaan akan kekaguman.

Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir misalnya menjelaskan sebagai berikut:

وقول الملائكة هذا ليس على وجه الاعتراض على الله، ولا على وجه الحسد لبني آدم، كما قد يتوهمه بعض المفسرين، وقد وصفهم الله تعالى بأنهم {لَا يَسْبِقُونَهُ بِالقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ}(الأنبياء:27)، أي: لا يسألونه شيئا لم يأذن لهم فيه، وهاهنا لما أعلمهم بأنه سيخلق في الأرض خلقا. قال قتادة: وقد تقدم إليهم أنهم يفسدون فيها فقالوا: {أَتَجْعَلُ فِيهَا}، وإنما هو سؤال استعلام واستكشاف عن الحكمة في ذلك،

“Pernyataan malaikat tersebut bukan berarti protes kepada Allah, apalagi dengki terhadap anak keturunan Adam, sebagaimana diduga sebagaian mufasir.

Allah SWT telah mensifati malaikat bahwa mereka “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS al-Anbiya 27),

yakni para malaikat tersebut tidak akan bertanya kepada Allah SWT sesuatu hingga mereka mendapat izin, dalam konteks ini,

saat Allah memberitahu malaikat akan menciptakan makhluk di bumi, padahal sebagaimana disebutkan Qatadah,

para manusia ini akan membuat kerusakan, maka malaikat menanyakan :”Apakah Engkau akan menciptakan?”

Maksudnya adalah pertanyaan keingintahuan dan menggali hikmah di balik penciptaan tersebut.”

loading...
loading...

Tags: #Malaikat Allah #Nabi Adam