Memberikan Pengakuan yang Berupa Aib Orang Lain, Ini Hukumnya Dalam Islam

241 views

Tak ada orang yang suci dari aib dalam idupnya. Jika kita mendapatkan pilihan  memberikan pengakuan atau tidak memberikan pengakuan tentang aib seseorang,

Maka perihal seperti ini tak lepas dari perhatian ulama madhab besar yaitu Imam Syafii.

Dalam kitab Al-Umm  Imam Syafii menjelaskan tentang perkata yang scara eksplisit boleh diakui jika sudah diucapkan.

Beliau berkata: “Maiz membuat pengakuan di hadapan Rasulullah SAW atas perbuatan zina.

Maka beliau merajamnya.

Beliau juga pernah memerintahkan Unais agar mendatangi istri seseorang. Apabila wanita itu mengaku berzina, maka hendaklah dia merajamnya,”.

Loading...

Imam Syafii menjelaskan lagi kalau itu termasuk difinisi dari hukum Allah SWT yang sudah dijelaskan.

Karena sebab ucapan yang ia lontarkan oleh seseorang maka seseorang dapat menanggung sesuatu itu.

Beliau Imam Syafii menuturkan bahwa  hal itu bisa menjadi kepercayaan atas dirinya sendiri atas peturannya tersebut.

Siapa pun orang yang sudah baligh dan  sehat akal memberikan suatu pengakuan, maka orang itu sudah seharusnya dijatuhkan hukuman sesuai dengan kesalahan pengakuannya.

Baik hukuman yang di dapat adalah had, hukuman mati, qishash, dera, atau hukuman potong anggota tubuh.

Baik orang itu berstatus merdeka, budak, majhur, atau tidak. Karena mereka itu termasuk orang-orang yang terkena kefardhuan atas diri mereka.

loading...
loading...

Tags: #Aib Orang Lain #Orang Islam #Sifat Buruk