Mengangkat Pegawai Dengan Tawaran Suap, Bolehkah Menerimanya?

Para kepala pemerintahan  diberi amanah dalam mengemban tugas demi kemajuan rakyat dan masyarakat.

Tak sedikit terdapat calon pegawai dalam pengangkatan dengan melalui jalan risywah (suap atau sogok)?

Dikutip dari karya

Erwandi Tarmizi,  dalam buku Harta Haram Muamalat Kontemporer  menjelaskan para pimpinan  tidak mampu mengerjakan tugasnya yang besar tanpa adanya  pembantu.

Seperti para menteri, dan setiap menteri dibantu oleh ribuan para staf di departemen atau di kementeriannya.

Sehingga  para pemimpin itu harus mengangkat pewagai-pegawai  terampil dan  jujur.

Loading...

Sebagai pembantu menjalankan tugas, mulai dari menteri hingga pegawai golongan terendah harus dipimpun oleh yang yang jujur dan amanah.

Jika mereka mengangkat pegawainya  berdasarkan kekerabatan, tawaran politik, dan sogok, ini jelas sebuah pengkhianatan dan hukumnya haram.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Surat Alquran An Nisa ayat 58).

Langkah itu adalah penipuan terhadap rakyat. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam pemimpin yang menipu rakyatnya tidak akan masuk surga.

Nabi shaIIaIIahu ‘alaihi wa saIIam bersabda,

“Setiap pemimpin yang memimpin rakyatnya yang beragama Islam, IaIu dia wafat dan dia menipu rakyatnya niscaya Allah mengharamkan dia masuk surga” (HR. Bukhari).

Langkah pengangkatan pegawai dengan sogok menyogok akan memicu para pekerja yang tidak terampil.

Hingga pada khirnya kita akan menuai murka Allah dan sebuah kehancuran. Sebagaimana sabda Nabi shaIIaIlahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Apabila sebuah urusan atau pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka bersiaplah menghadapi hari kiamat” (HR. Bukhari).

Tags: #Hukum Suap #Pegawai Negeri #Sogok Menyogok #Suap Menyuap