Mengapa Ada Hari Tasyrik? Ini Asal Mulanya

70 views

Pada tanggal 10 Dzulhijah merupakan hari perayaan hari kurban yang biasa dilalkukan oleh orang islam.

Kemudian disusul dengan tiga hari berturut-turut, sunah berkurban masih bisa dilakukan yaitu tanggal 11, 12, 13 bulan yang sama yang dikenal dengan dengan hari tasyrik.

Prof Ahmad Satori Ismail menjelaskan  kata tasyrik berasal dari kata syaraqa, berarti terbit. Kata ini identik dan dikonotasikan dengan sang surya.

Pada tiga hari tersebut awal masyarakat Arab Islam, konon memotong-motong tipis daging hewan kurban untuk dibuat dendeng alias dijemur.

Pada hari tasyriq umat islam menjadikan kesempatan berbagi daging kurban kepada orang-orang miskin sampai 13 Dzulhijah sore.

Oleh karena itu  maka  dari 11 Dzulhijah hingga 13 Dzulhijah, umat Islam dilarang berpuasa, termasuk mengganti puasa wajib.

Loading...

Dan  hari tasyrik juga sebagai momen solidaritas kepada jamaah haji yang tengah melempar jumrah.

Para Jamaah haji menginap di Mina pada malam 11 Dzulhijah, dan melempar jumrah di siang 12 Dzulhijah, kemudian meninggalkan daerah itu pada waktu siang 13 Zulhijjah.

Melempar jumrah lumayan berat. Umat islam diharapkan bisa mengimbangi ibadah-ibadahnya orang-orang haji itu dengan ikut berkurban.

Jadi, jika kita mampu jangan sampai kita termasuk orang yang lalai dalam berkurban. Kalau tidak mampu beli satu sapi maka kita bisa patungan tujuh orang untuk membeli sapi dan berkurban.

Semoga Allah selalu mudahkan rezeki kita dan mampu berkurban setiap tahun. Amiin.

loading...
loading...

Tags: #Hari Makan-makan #Hari Raya #Hari Tasyrik