Mengapa Dilarang Menyentuh Kemaluan Dengan Tangan Kanan?

Islam  agama suci  yang membimbing manusia pada kebaikan. Adab dan akhlak diatur oleh syariat termasuk akhlak terhadap anggota tubuh.

Bagaimana hukum menyentuh kemaluan dengan tangan kanan?

Tangan kanan dipakai untuk pekerjaan yang baik dan bersih. Itulah alasan islam melarang istinja dengan tangan kanan.

Dengan tujuan agar tidak berbaur  antara yang kotor dan bersih. Lain halnya jika  tidak memiliki tangan kiri, atau sedang tidak berfungsi.

Dari Salman radhiallahu ‘anhu, kata beliau:

لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ، أَوْ بَوْلٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ

Loading...

Rasulullah telah melarang kami buang air besar atau kencing menghadap kiblat, atau istinja dengan tangan kanan,

atau istinja dengan kurang dari tiga batu, atau istinja dengan menggunakan kotoran hewan dan tulang. (HR Muslim No 262)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan: “(janganlah istinja dengan tangan kanan) ini adalah adab dalam istinja (cebok).

Para ulama telah ijma’ (sepakat) bahwa istinja dengan tangan kanan terlarang. Lalu, mayoritas ulama mengatakan larangan ini bermakna makruh tanzih, bukan haram.

Sebagian kalangan tekstualis (ahluzh zhahir) mengatakan bahwa ini diharamkan.

Para sahabat kami (Syafi’iyah) juga mengisyaratkan keharamannya, namun tidak ada takwil atas isyarat mereka itu.

Para sahabat kami mengatakan: disunnahkan sama sekali tidak menggunakan tangan kanan dalam urusan istinja kecuali ada udzur.

Jika istinja dengan air, maka tangan kanan menyiramkan air, dan membersihkannya dengan tangan kiri. (Al Minhaj, 1/421)

Hal ini juga dilarang sebagaimana istinja. Dari Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ، وَلَا يَتَمَسَّحْ مِنَ الْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ، وَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ

“Janganlah kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanannya ketika dia sedang kencing,

dan janganlah dia istinja (cebok) dengan tangan kanannya, dan jangan menghembuskan nafas pada bejana. (HR Muslim)

Dalam hadis lain dari Abu Qatadah, bahwa Nabi bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلَا يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ

“Jika kalian masuk ke tempat buang hajat, maka jangan menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya.” (HR Muslim)

Maka jangan sampai lupa kita saat memegang kemaluan, jangan sampai dengan tangan kanan karena kita sudah tahu hukum dan hikmahnya.

loading...
loading...

Tags: #Hukum Istinja' #Kebersihan Badan #Menyentuh Kemaluan