Menyesal Telah Berbuat Ghibah, Ini Cara Taubatnya Menurut Para Ulama

148 views

Fitnah dan ghibah sama-sama perbuatan dosa. Tak ada perbedaan pendapat tentang keduanya. Kedua perbuatan dosa ini dilarang dalam Islam.

Imam As-Safarani al-Hanbali,  dalam kitab Ghidza al-Albab fi Syarh Mandhumat al-Adab mengutip pendapat Imam Ibnu Hazm.

Ibnu Hazm memaparkan, ulama sepakat bahwa fitnah dan ghibah adalah perbuatan  dilarang, kecuali sebuah nasihat yang semestinya.

Disebutkan dalam al-Inshaf ‘an al-Nazhim, fitnah dan ghibah termasuk dosa besar dan harus segera bertaubat orang yang suka melakukan fitnah dan ghibah.

Imam Ibnu Qayyim memaparkan, Rasulullah SAW pernah bersabda, tebusan bagi orang yang sudah meng-ghibah orang lain adalah dengan memohonkan ampunan dari Allah SWT atas orang yang sudah dighibahi.

Ibnu Qayyim melanjutkan, terdapat dua pendapat ulama sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad.

Loading...

Pendapat pertama, orang ingin bertaubat dari ghibah cukup dengan memohon ampun kepada Allah SWT.

Pendapat kedua, jika ingin taubat dari ghibah harus cara mendatangi orang yang dighibahi, mengakui keghibahannya serta meminta maaf pada orang itu.

Adapun menurut Ibnu Qayyim, cara bertaubat dari ghibah tidak usah datang pada orang yang di-ghibahinya untuk mengakui dan meminta maaf.

Menurutnya cukup memohon ampunan kepada Allah SWT. Ibnu Taimiyah dan beberapa ulama lain juga berpendapat yang sama.

Sebab jika untuk menebus dosa ghibah dengan mendatangi orang yang dighibahi bisa saja akan membangkitkan benih permusuhan karena orang itu  tidak senang jadi topik pergunjingan.

Jadi, yang paling bijak adalah dengan dengan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya taubat.

Tujuan syariah, adalah  melumpuhkan kejahatan, bukan mengumpulkan benih-benih kejahatan atau menambahnya.

loading...
loading...

Tags: #Dosa Bhibah #Dosa Ghibah #Ghibah Teman #Taubat Dari Ghibah