Merasa Berdosa Karena Pernah Ghibah? Begini Cara Menebus Dosanya

666 views

Ghibah adalah bergosip tentang keburukan atau hal yang tidak disenangi oleh orang lain. Baik dari sisi negatif fisiknya, sifatnya atau pekerjaannya.

Imam Nawawi dalam kitabnya, Al-Adzkar hal. 298 mendefinisikan ghibah sebagai berikut,

ذكرك الانسان بما فيه مما يكره سواء كان في بدنه او دينه او دنياه او نفسه او خلقه او خلقه او غير ذلك مما يتعلق به

Latin:

Dzikrukal insana bima fihi mimma yakrahu sawaun kana fi badanihi au dinihi au dunyahu au nahsihu au kholqihi au khuluqihi au ghairu dzalika

Ghibah adalah dengan sengaja membicarakan keburukan orang lain baik dair segi fisik, agamanya, duniawanita, psikisnya, perawakannya, wataknya dan lain-lain yang berkaitan dengan mereka.

Salah satu maksiat lisan yaitu ghibah. Ghibah termasuk dosa yang berhubungan dengan manusia atau yang disebut dengan haqqul adami.

Sehingga sebelum meminta maaf kepada orang yang dighibah maka Allah tidak akan mengampuni dosanya. Bahkan bagi yang suka ghibah diibaratkan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Loading...

Allah SWT. berfirman dalam surah al-Hujurat (49) : 12,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurat[49]: 12)

Dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. 424, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa orang suka ghibah maka hidupnya diibaratkan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Karena menurut beliau ghibah itu adalah membicarakan keburukan orang lain meskipun itu fakta. Bahkan beliau menegaskan agar kita takut kepada ghibah dan takut pada siksa ghibah serta harus segera bertaubat.

Lantas bagaimana cara bertaubat dari ghibah? Apakah kita harus berterus terang kepada orangnya? atau cukup dengan membaca istighfar?

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa ghibah termasuk dengan hak manusia. Sehingga cara bertaubat dari ghibah selain menyesal, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama maka juga wajib meminta maaf pada yang dighibah. Lalu bagaimana cara meminta maaf? apakah harus menjelaskan secara detai?

Cara Minta Maaf Menurut Imam Nawawi
Pertama: Jelaskan sejelas-jelasnya pada yang bersnagkutan bahwa kita pernah membicarakan keburkannya

Kedua: Cukup meminta maaf dan tak perlu menjelaskannya kesalahan. Sebab ghibah berbeda dengan hutang yang harus dijelaskan akan tetapi dua acra tersebut yang paling disepakati oleh ashabus syafi’ie adalah yang pertama. Sebab manusia bisa memaafkan dari ghibah namun belum tentu bisa memaafkan dari yang lainnya.

Lalu bagaimana cara meminta maaf pada orang yang kita ghibah jika sudah meninggal dunia?

Dengan meninggal maka sudha tertutup jalan untuk meminta maaf kepadanya. Sebagai gantinya kita harus mendoakan secara khusus dan memperbanyak istighfar sebagai ganti permohonan maaf.

Hal ini merupakan beberapa pendapat para ulama karena dengan demikian Insya Allah doa kita akan diampuni.

Maka dari itu kita harus senantiasa menjaga diri kita terutama lisan kita agar tidak menyakiti orang lain baik secara tidak langsung dan secara langsung. [bincangsyariah.com]

Tags: #Bertaubat #Cara Bertaubat Dari Ghibah #Ghibah