Meski Menjaga Surga, Ternyata Malaikat Ridwan Tidak Merasakan Kenikmatan Surga

Tempat keselamatan dan kenikmatan di akhirat adalah rumah surga. Malaikat penjaga surga, adalah malaikat Ridwan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Malaikat Ridwan salah satu makhluk yang  tidak mati saat  sangkakala pertama ditiup.

Malaikat Ridwan memimpin para malaikat dalam menjaga surga. Alquran menyampaikan perihal para malaikat yang menjaga surga.

Allah berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 73 :

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Wa sīqallażīnattaqau rabbahum ilal-jannati zumarā, ḥattā iżā jā`ụhā wa futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā salāmun ‘alaikum ṭibtum fadkhulụhā khālidīn.

Loading...

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan.

Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka,

“Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”

Akan tetapi perlu kita tahu bahwa ternyata malaikat Ridwan tidak mengetahui seluruh jenis kenikmatan surga yang Allah anugerahkan pada penduduk surga.

Ada dua kenikmatan yang Allah berikan di dalam surga. Satu kenikmatan yang dirasakan oleh seluruh penduduk surga.

Dan nikmat khusus yakni kenikmatan yang hanya orang-orang bertakwa, para rasul, nabi, wali, atau para ulama  yang bisa merasakan kenikmatan itu.

Dalam hadits qudsi Allah menjelaskan nikmat khusus itu. Rasulullah SAW bersada, “Allah berfirman,

aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaku yang shaleh, jenis kenikmatan khusus yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di hati manusia.”

Dan orang-orang yang masuk surga adalah mereka orang-orang yang di kehendaki Allah.

Tak sedikit kita temukan bahwa ada pelaku maksiat tapi  meninggal sebagai mukmin. Selama di dunia ia melakukan dosa besar dan belum sempat bertaubat.

Manusia seperti ini tergantung bagaimana kehendak Allah kelak di akhirat. Disiksa dahulu di neraka, kemudia setelah itu dimasukkan ke surga, atau bisa saja langsung di masukkan ke surga oleh Allah.

Sebgai orang islam sebaiknya jangan sekali-kali kita mencaci malaikat-malaikat dan rasul Allah.

Tindakan itu dianggap  kekufuran dalam agama Islam. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 98 :

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

Mang kāna ‘aduwwal lillāhi wa malā`ikatihī wa rusulihī wa jibrīla wa mīkāla fa innallāha ‘aduwwul lil-kāfirīn.

“Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.”

Tags: #Malaikat Ridwan #Nikmat Surga #Penjaga Surga