Mukjizat Nabi Dapat Membelah Bulan, Mengapa Banyak Orang yang Tak Melihatnya?

Begitu sangat banyak mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad. Salah satunya adalah Nabi dapat membelah bulan.

Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an surat al-Qomar. Adanya mukjizat Nabi untuk menundukkan para pembenci nabi yang ingkar padanya.

(1). اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.

(2). وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu`jizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

(3). وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ ۚوَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ
Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.

(4). وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran),

Loading...

(5). حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ ۖفَمَا تُغْنِ النُّذُرُ
itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).

Hal Ini terjadi di masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu merupakan mu’jizat beliau bertujuan menundukkan orang yang ingkar pada Nabi.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qamar ayat 1, yang ditafsirkan oleh Ibnu Katsir, “Terbelahnya bulan terjadi pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits mutawatir dengan sanad yang shahih, dan ijma’ para ulama.”

Diriwayatkan dari Anas bahwa penduduk Mekah meminta Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam

memperlihatkan mereka suatu bukti kerasulan, lalu Rasul memperlihatkan kepada mereka mu’jizatnya dengan membelah bulan di Mina,

satu belahan berada di belakang gunung sementara belahan yang lainnya di depannya, seraya bersabda, “Saksikanlah!”

Al-Khatabi berkata;

“Sebagian manusia mengingkari mu’jizat ini dengan alasan bahwa seandainya bulan memang terbelah tentulah hal ini diketahui oleh manusia di seluruh belahan bumi yang waktu malamnya bersamaan dengan kota Mekah dan tentu diabadikan dalam referensi-referensi dunia.

Keraguan ini dapat dijawab dengan argumentasi bahwa peristiwa itu terjadi di malam hari yang kebanyakan manusia terlelap tidur.

Orang yang sedang berada di luar—sekalipun ia tidak tidur—, besar kemungkinan tidak memperhatikan hal tersebut.

Sangatlah mungkin hal itu terjadi namun tidak banyak manusia melihatnya, hanya dilihat oleh orang yang meminta Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menunjukkan mukjizatnya.”

Tags: #Mukjizat Nabi #TErbelahnya Rembulan