Munajat Nabi SAW di Depan Ka’bah Hingga Menggetarkan Perang Badar

81 views

Rasulullah SAW khawatir dan cema membayangkan nasib Islam jika kaum Muslimin mengalami kekalahan dalam Perang Badar.

Sebelum perang terjadi, Nabi SAW meluangkan banyak waktunya dalam berdoa. NAbi memohon kepada Allah apa yang telah dijanjikan kepadanya hingga beliau hanyut dalam doanya:

 

اللَّهُمَّ هَذِهِ قُرَيْش قَدْ أَتَتْ بِخُيَلَائِهَا وَفَخْرهَا ، تُجَادِل وَتُكَذِّب رَسُولك , اللَّهُمَّ فَنَصْرك الَّذِي وَعَدَّتْنِي اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ ، لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ

“Allahumma ya Allah. Kaum Quraisy kini datang dengan segala keangkuhannya, berusaha mendustakan Rasul-Mu.

Loading...

Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam ini binasa, tak lagi ada ibadah kepada-Mu di muka bumi.”

Sewaktu Nabi SAW larut dalam doanya, tangan beliau merentangkan dengan menghadap kiblat.

Dan, mantelnya terjatuh. Lantas, Abu Bakar dengan bergegas meletakkan mantel kembali ke bahu Rasulullah SAW.

Dan Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah, dengan doamu itu Allah akan mengabulkan apa yang telah dijanjikan kepadamu.”

Nabi Muhammad SAW terhanyut dalam khusyuknya doa. Beliau bersungguh hati daslam untaian doa pada Allah SWT.

Memohon pertolongan-Nya karena akan menghadapi kaum musyrikin. Beberapa saat kemudian, turun wahyu Allah SWT.

 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenan kan-Nya bagimu, ‘Sungguh, Aku (Allah) akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.’

Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan, kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS al-Anfal: 9-10).

Wajah Nabi SAW pun berbinar gembira. Beliau langsung menemui sahabat-sahabatnya seraya menyerukan,

“Demi Dia yang memegang hidup Muhammad! Setiap orang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur,

kemudian ia gugur, maka Allah akan menempatkannya dalam surga! Mendengar itu, mata seluruh kaum Muslimin berbinar.”

Para pejuang tak gentar meskipun musuh jauh lebih banyak dari mereka. Pagi itu, Jumat, 17 Ramadhan, kedua pasukan saling bertempur dengan sangat sengit.

Saat berkecamuk di Lembah Badar, Allah SWT menurunkan seribuan malaikat dari langit.

Adalah kemenangan yang sangat nyata. Tak kurang dari 70 orang musyrikin ditawan, selebihnya kabur tunggang-langgang lintang pukang atau tersungkur mati.

Tags: #Doa Nabi #Kemenangan Islam #Perang Badar