Muntah Bisa Membatalkan Puasa? Inilah Penjelasannya

504 views

Seperti yang dikutip dari situs alodokter, Ketia kita sedang berpuasa terutama pada bulan ramadhan tentu tidak selalu dalam kondisi badan yang fit, adakalanya kita merasa kurang sehat dan tidak enak badan.

Ada dua hal biasnaya yang menjadi penyebab seseorang menjalani puasa kesehatannya kurang sehat.

Salah satu tanda kesehatan seseorang lagi menuruan adalah ditandai dengan muntah. Beberapa gejala muntah bisa terjadi karena seseorang mengalami gejala kehamilan, bisa jadi karena sakit kepala atau karena maag.

Lalu pertannya adalah apakah munta bisa membatalkan puasa yang sedang kita jalankan?

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya, bahwa sebetulnya muntah itu tidaklah batal jika tidak disengaja.

Hal ini dijelaskan dalam hadits dibawah ini tentang tidak batalnya puasa karena muntah.

Loading...
مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ، وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ

“Siapa yang terdorong untuk muntah (bukan sengaja), maka puasanya tidak perlu di-qadha’ (diganti pada waktu yang lain). Namun siapa yang sengaja mencoba agar muntah, maka itu membatalkan (puasanya).”

Dari hadits diatas para ulama sepakat bahwa muntah tidak bisa membatalkan puasa dengan penegcualian hal tersebut tidak disengaja.

Contoh muntah yang disengaja adalah memasukkan jemarinya kedalam mulutnya agar muntah.

Lalu ada pertanyaan lagi bagaimana hukumnya seseorang yang hendak muntah atau sudah berada diujung mulut akan tetapi ditelan kembali, apakah hal tersebut memabatalkan puasa?

Menurut Mazhab Syafi’i
Jika muntahnya tersebuat disengaja lalu sudah sampai pada ujung tenggorokan tepatnya diarea huruf kho’ dan ha’ lalu ditelan dengan sengaja maka tentu akan batal.

Namun jika tidak sengaja menelannya disebabkan karena tidak tahu atau disebabkan lupa maka hukumnya sama dengan orang yang sedang berpuasa kemudian mereka makan atau minum karena lupa. Hal itu tentu tidak membatalkan puasa.

Menurut Ulama yang Lain
Jika belum sampai pada rongga mulut atau tempat yang bisa dikelauarkan jika ditelan maka tidak memabtalkan puasa. Akan tetapi jika sudah sampai pada area mulut lalu ditelan maka puasanya batal.

Jika muntahnya karena tidak disengaja dan sudah sampai pada rongga mulut maka lebih baik muntahkan saja.

Dengan dimuntahkan para ulama sepakat membolehkan selama tidak muntah karena disengaja. ni sejalan dengan kaidah dalam fikih, keluar dari perbedaan pendapat itu disunahkan (al-khuruj min al-khilaf mustahabbun). [bincangsyariah.com]

Tags: #Membatalkan Puasa #Muntah