Nabi Ini Pernah Membakar Sarang Semut, Kemudian Dapat Teguran dari Allah

1730 views

Nabi Muhammad bercerita pada kita, ada seorang nabi yang istirahat di bawah pohon dengan rombongannya. Di dekat pohon itu ada sarang semut.

Sebab adanya rombongan nabi tersebut semut merasa terganggu. Dan biasanya semut akan menyerang siapapun yang mengganggu ketenangannya. Akhirnya, semut itu menghampiri Nabi itu dan menggigitnya.

Karena gigitan semut itu nabi itu marah dan menyuruh pengikutnya untun memindahkan semua bekal bawaannya di bawah pohon itu. Lantas ia membakar semut dan sarang-sarangnya.

Dengan kejadian dan prilaku itu maka Allah menegur nabi itu, “Kenapa tidak seekor semut saja yang dibakar! Maksudnya patutkah kau membinasakan suatu umat yang bertasbih memahasucikan Allah hanya karena kau digigit seekor semut.”

Firman Allah SWT,

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung- burung yang terbang denngan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu.” (Al-An’am: 38)

Loading...

Disebutkan dalam sabda Nabi dilarang membunuh semut, lebah, hud-hud dan shard (sejenis burung). Boleh saja membunuh semut atau hewan lainnya, tapi bila hewan itu menyerang.” (HR Abu Dawud dengan sanad shahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist riwayat Bukhari ada lima jenis hewan fasik yang boleh dibunuh, baik di tanah halal maupun di tanah haram (Tanah Suci) adalah tikus, kalajengking, gagak, elang dan anjing yang suka menggigit (buas).

Tags: #Hewan Boleh Dibunuh #Nabi dan Semut #Sarang Semut