Nabi SAW Melarang Pemuda Melamar Wanita di Atas Lamaran Saudara Lainnya

274 views

Anak muda yag sudah cukup umur dan mampu menikah hendaknya segera menikah.

Saat ingin menikahi seorang perempuan tentunya harus dilamar terlebih dahulu. Saat ingin melamar, pria Muslim harus mengetahui status wanita yang ingin dilamarnya.

Sebab, dalam Islam dilarang melamar wanita yang sudah dilamar orang lainnya.

Dalam buku “Risalah Al-Khatam”, Ahmad Zarkasih mengatakan, sepertinya sedikit yang tahu tentang aturan ini, seorang pemuda tidak boleh melamar wanita yang sudah dilamar orang lain.

Menurut dia, selain dilarang agama melamar wanita yang sudah dilamar orang lain adlah perbuatan yang tak etis dan dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Secara eksplisit Nabi Muhammad Saw melarang dalam sabdanya. Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Saw bersabda,

Loading...

“Janganlah seorang laki-laki mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya itu telah meninggalkannya atau memberinya izin.” (HR. Bukhari).

Ahmad Zarkasih melanjutkan penjelasannya bahwa ulama sepakat bahwa dosa hukumnya seorang laki-laki melamar wanita yang sudah menerima lamaran orang lain.

Karean bisa saja pelamar kedua akan menjanjikan hadiah kebahagiaan lebih daripada lamaran pemuda yang pertama.

Dan si pemuda berdosa dengan perbuatan itu. Wanita yang menerima lamaran itu juga berdosa. Dan Tidak ada perdebatan ulama dalam masalah ini.

Dan jika lamaran yanga kedua bertujuan menjatuhkan lamaran pertama maka, dosa pasti berlipat ganda yang didapat pemuda yang melamar wanita yang sudah dilamar orang itu.

Dan perlu diingat bahwa pemuda muslim yang ingin melamar wanita hendaknya memberikan cincin di jari wanita yang sudah dilamarnya.

Hal ini untuk menjaga hal-hal dari pria muslim lainnya dari perbuatan dosa itu. Selain sebagai menjaga wanitanya dari lamaran orang lain, cincin tunangan juga bentuk keseriusan  dari seorang pemuda pada perempuan yang dilamarnya.

Tags: #Larangan Melamar #Lmaran Laki-laki #Saudar Muslim