Nasib Tragis Wanita Haid Sebelum Datangnya Rasulullah SAW

118 views

Wanita adalah makhluk yang mempunyai ciri biologis yang tidak dimiliki laki-laki, yakni wanita punya rahim dan dapat menstruasi setiap bulan.

Haid yang dialami wanita adalah proses alamiah. Akan tetapi pada kenyataannya  wanita sering dipandang sebelah mata. Wanita haid kadang diposisikan pada hal-hal  yang menyudutkannya.

Contoh pra terutusnya, wanita haid dianggap kena kutukan Tuhan karena dosa yang dilakukan Hawa.

Karena hal itu, maka saat wanita haid masyarakat mengasingkannya dan tidak boleh berinteraksi dengan orang lain.

Menyikapi hal itu maka Rasulullah SAW menegaskan dalam banyak kesempatan bahwa boleh berinteraksi dengan perempuan haid.

“Segala sesuatu dibolehkan untuknya, kecuali bersetubuh,” tegas Rasulullah. Rasulullah juga membolehkan hal itu dalam bentuk praktik.

Loading...

Aisyah, istri Rasulullah, dalam sebuah riwayat mengatakan, dia pernah minum dari satu bejana yang sama dengan Rasulullah dalam keadaan haid.

Pernah juga Aisyah menceritakan, Rasulullah melakukan segala sesuatu selain bersetubuh sementara dirinya dalam keadaan haid.

Adapun membersihkan diri (taharah) dari haid, dalam Islam tidak ada upacara ritual khusus seperti dalam agama Yahudi atau  kepercayaan sebelumnya.

Mayoritas ulama, berpendapat bahwa sesudah hari ketujuh wanita sudah dianggap bersih dari haid setelah mandi.

Tags: #Pra Islam #Sesudah Islam #Wanita Haid