Orang Sakit Mempunyai 5 Keutamaan Dari Allah

213 views

Tak ada manusia yang tak akan mengalami yang namanya sakit. Sakit memang termsuk ujian dari Allah. Namun sakit juga dsapat mendatangkan keutamaan bagi orang yang skit.

Ada lima keutamaan orang yang sakit yang perlu diketahui kaum muslimin.

Pertama, Allah Mengeluarkan Sifat Sabarnya
Dari Shuhaib, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Loading...

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin.

Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya”. (HR Muslim, No. 2999).

Kita di uji dengan sakit agar sifat sabar dalam diri kita nampak karena sebab hal itu.

Kedua, Menghapus Dosa 
Ujian dengan sebab sakit menjadi sebab diampuni dosanya.

“Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami yahya dari imran bin abu bakar dia berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Atha’ bin Abu Rabah dia berkata;

Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku; “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penduduk surga?” jawabku; “tentu.” Dia berkata: “Wanita berkulit hitam ini,

dia pernah menemui Nabi Muhammad SAW sambil berkata: “Sesungguhnya aku menderita epilepsi dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku.”

Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu berkenan, bersabarlah maka bagimu surga, dan jika kamu berkenan, maka aku akan berdoa kepada Allah agar Allah menyembuhkanmu.”

Ia berkata: “Baiklah aku akan bersabar.” Wanita itu berkata lagi: “Namun berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap.” maka beliau mendoakan untuknya.”

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Makhlad dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Atha’ bahwa dia pernah melihat Ummu Zufar adalah wanita tersebut,

ia adalah wanita berperawakan tinggi, berkulit hitam sedang berada di tirai Ka’bah.” (HR Al-Bukhari No. 5220)

Ketiga, Mendapat Ridha Allah 
Orang yang sakit akan mendapatkan ridha Allah jika ia bersabar dan ikhlas dengan semua cobaan yang Allah ujiankan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

 

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan menimpakan ujian untuk mereka.

Barang siapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barang siapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka”. (HR. Ibnu Majah No. 4031)

Keempat, Dekat dengan Allah.
Orang sakit dekat dengan Allah Ta’ala. Dan saat menjenguk orang sakit, maka Malaikat hadir mendoakan orang sakit.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Qudsi: “Sesungguhnya Allah (dalam hadits qudsi) berfirman:”Hai anak cucu Adam, aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-ku”.

Lalu berkata (anak cucu adam): “Ya Rab, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?”

Allah menjawab: “Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya ada hamba-Ku fulan sedang sakit tetapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau menjenguknya aku pun berada di sisinya”.

(Kemudian Allah kembali berfirman): “Hai anak cucu Adam, aku kelaparan tetapi engkau tidak memberi-ku makan”. Menjawab (anak cucu adam): “Ya Rabb, bagaimana aku memberi-Mu makan sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?”

Allah menjawab: “Apakah engkau tidak mengetahui sesungguhnya kelaparan hamba-Ku si fulan tetapi engkau tidak memberinya makan,

tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau memberinya makan di sana juga aka aku”. (lalu Allah berfirman): “Hai anak cucu Adam, aku haus tetapi engkau tidak memberi-Ku minum”.

Menjawab (anak cucu adam): “Ya Rab, bagaimana aku memberi-mu minum sedangkan engkau adalah tuhan semesta alam?”

Allah menjawab: “Engkau (tahu) hamba-Ku meminta minum kepadamu tetapi tidak engkau berikan kepadanya, tidakkah engkau tahu ketika engkau memberinya minum di sana pun ada aku”. (HR Muslim, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Kelima, Allah Menganugerahi Kebaikan Baginya.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan, maka Allah Ta’ala akan memberinya musibah (ujian)”. (HR Al-Bukhari).

Tags: #Hikmah Sakit #Keutamaan Sakit #Sabar Karena Sakit