Pada Hakikatnya Manusia Punya 2 Sayap Ini Untuk Mendekatkan Diri Pada Allah

Dalam kitab Futuh Al-Ghaib syekh Abdul Qadir Al-Jilani mengingatkan kepada kita semua  cara mendekatkan diri pada Allah Ta’ala.

Syekh menuturkan, “Kau mungkin dekat kepada Allah atau jauh dari-Nya. Jika kau jauh dari-Nya,

kenapa berlengah diri, tak berupaya mendapatkan rahmat, kemuliaanmu, keamanan dan kecukupan diri di dunia ini dan di akhirat

Kemudian syekh  menyarankan supaya kita semua terbang kepada-Nya menggunakan  dua sayap.

Sayap pertama merupakan penolakan pada senang-senang, keinginan yang tak halal.

Dan sayap kedua penanggungan kepedihan, perkara yang tak menyenangkan dan menjauh dari keinginan duniawi dan ukhrawi.

Loading...

Beliau menambahkan dalam bertutur, “Maka kau peroleh segala yang diidamkan dan diraih orang. Kau menjadi demikian terhormat dan mulia.

Jika kau termuliakan dengan kelembutan-Nya, menerima cinta-Nya, dan menerima kasih sayang-Nya,

maka tunjukkanlah perilaku terbaik dan jangan berbangga diri dengan semua itu, agar kau tak lalai mengabdi, tak angkuh, tak lazim dan tak tergesa-gesa”

Allah berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung,

maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.

Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. 33:72)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.(QS. 17:11)

Nasehat Syaikh Abdul Qadir: Lindungilah hatimu dari kecondongan kepada orang dan keinginan-keinginan yang telah kau campakkan,

dari ketaksabaran, dari ketak-selarasan dan dari ketak-ridhaan kepada Allah di kala ditimpa musibah.

Campakkanlah dirimu ke hadapan-Nya dengan sikap seperti bola di kaki pemain polo yang menggulirkannya dengan stiknya,

bagai jasad mati di hadapan orang yang memandikannya, dan bagai bayi di pangkuan ibu.

“Butalah terhadap segala selain-Nya agar tak kau lihat sesuatu pun selain-Nya – tiada kemaujudan, kemudharatan, manfaat, karunia dan penahan karunia.

Anggaplah orang dan sarana duniawi di kala menderita dan ditimpa musibah sebagai cambuk-cambuk-Nya yang dengan keduanya Ia mencambukmu.

Dan anggaplah keduanya di kala suka sebagai tangan-Nya yang menyuapimu,”

Itulah Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang harus kita ingat dalam mengarungi bahtera hidup di dunia.

Tags: #Dekat Pada Allah #Sayap Manusia #Sayap Takwa