Pasang Harga Lebih Karena Dikreditkan, Ini Hukumya Dalam Islam

Praktek jual beli telah kita kenal sejak dulu. Jual beli jaman dulu langsung face to face berdapat  langsung dan saling bertemu.

Beda dengan sekarang ini.  Kini berbagai macam jual beli sudah sangat banyak, begitu pula car membayarnya. Ada secara langsung, ada pula secara kredit.

Banyak penjual yang menjual dagangannya dengan kredit dengan manaikkan harganya.

Seperti, jika langsung dibeli sepuluh ribu, jika di kredit bayarnya menjadi lima belas ribu.

Hal seperti ini, apakah diperbolehkan dalam Islam apa tidak?

DR KHEZ Muttaqien Purwakarta Helmi Azis  selaku dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) menjelaskan jual beli semacam itu hukumnya haram.

Loading...

Karena sama saja dengan riba. Setiap sesuatu yang berkaitan dengan riba, maka  hukumanya haram.

Menurut Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi, hal itu diperbolehkan. Lebihnya harga  barang di kredit hukumnya sah dan tidak dilarang.

Itu namanya Taqyiim, dengan catatan harganya tidak  memberatkan orang yang akan membelinya.

Kemudian mana yang benar pendapat yang kedua di atas?

Itulah Islam, agama yang tidak menafikan banyaknya perbedaan. Sebab Perbedaan sangat idnah  selagi kita dapat menyikapinya dengan baik.

Jika menurut kita pendapat pertama lebih mendekati benar, maka ikutilah. Jika sebaliknya, yakni yang kedua yang lebih benar  maka itulah yang kekdua.

Orang Muslim harus berhati-hati dengan sebuah perbedaan. Kadang kala  sesuatu yang terlihat baik, belum tentu baik bagi kita.

Telitilah sebelum memutuskan suatu perkara untuk mengantisipasi penyesalan dikemudian hari.

Tags: #Harga Lebih #Jual Beli #Perbedaan Ulama