Pengakuan Bilal bin Rabah “Muadzin Pertama” Tentang Keutamaan Wudhu’

1080 views

Bilal bin Abi rabah kidentik dengan adzan. Karena dilalah muadzin pertama pada zaman Rasul SAW. Namun, kemuliaan seorang Bilal tak hanya karena azannya, terompah sandal Bilal pernah didengar Rasulullah SAW di dalam surga.

Dalam sebuah kisah, pada suatu hari, waktu Subuh, Rasulullah SAW berbincang-bincang bersama Bilal bin Rabah.

Rasul berkata, “Wahai, Bilal, ceritakanlah kepadaku mengenai amalan yang menurutmu paling besar pahalanya, yang pernah kamu kerjakan dalam Islam.
Sesungguhnya, aku pernah mendengar suara telapak langkah (jalan)-mu di hadapanku di surga.”

Bilal menjawab, “Wahai, Rasulullah, sesungguhnya aku tidak pernah mengerjakan amalan yang menurutku besar pahalanya, tapi aku tidak wudhu pada waktu malam dan siang,
melainkan aku akan menunaikan sholat yang diwajibkan bagiku untuk mengerjakannya.”

Alhasil setiap Bilal selesai wudhu, Ia selalu sholat dua rakaat; sholat sunat wudhu. Hali itu ia kerjakan dalam setiap kesempatan. Dan Bilal juga senantiasa memelihara (dawam) wudhu, setiap batal, dia langsung berwudhu.

Dalam hidupnya, Bilal telah meriwayatkan 44 hadis dari Nabi SAW. Di antaranya adalah;

Rasulullah bersabda, Hendaklah kalian menunaikan shalat malam (tahajud) karena sholat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang-orang saleh sebelum kalian.
Sesungguhnya, sholat malam adalah amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, dapat mencegah dari perbuatan dosa, mengampuni dosa-dosa kecil, dan menghilangkan penyakit dari badan.
(HR Tirmidzi).

Loading...

Selain muazin, Bilal pernah menjadi bendahara Rasulullah di baitul mal. Orang yang tak pernah absen ikut peperangan ialah Bilal.

Rasulullah SAW mengatakan, Bilal adalah seorang penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah. (HR Ibnu Abi Syaibah dan Ibn Asakir).

Bilal wafat di Damaskus pada 20 H. Dan dimakamkan di sana. Tapi, ada riwayat yang mengatakan Bilal dimakamkan di wilayah Halb.

Tags: #Dawam Wudhu #Hikmah Wudhu #Keutamaan Wudhu'