Penyebab Mertua dan Menantu Sering Berkonflik

557 views

Menikah itu tidak hanya dua orang saja melainkan melibatkan dua keluarga. Terkadang ada hal yang memang tidak sesuai harapan misal latar belakang yang menimbulkan berbagai masalah.

Sehingga sebelum menikah kita harus mempersiapkan banyak hal terutama mental.

Cerita seorang ibu yang memiliki menantu yang tidak menerima keluarga suaminya dengan baik. Ibu tersebut hanya memiliki satu-satunya anak laki-laki yang akan dijadikan sebagai pengganti kelurga.

Orang tunya menyekolahkan tinggi-tinggi namun sebelum lulus kuliah ia malah menikah hinggamemuat orang tuanya kecewa karena harapannya pupus. Ia yang diharapkan bisa membantu suaranya pun pupus.

Menantunya juga tidak mau menerima keluarga suaminya bahkan hanya sekedar berkunjung pun ia enggan padagal jarak antara rumhnya dengan rumah mertunya sangatlah dekat.

Di televi pun tak jarang ada acara yang mengangkat konflik tentang orang tua dan menantunya. Sehingga banyak orang beranggapan bahwa mertua dan menantu itu selalu berkonflik.

Loading...

Entah di iklan atau acara lainnya paara mertua selau curhat tentang menantunya yang boros dan tidak bisa diandalkan. Sehingga hal inilah yang membuat kita beranggapan bahwa mertua selalu berkonflik dengan sang menantu.

Harusnya ketika kita sudah menikah maka kita harus mengnggap mertua ita adalah ibu.

Meskipun perbedaan pasti ada namun ketika sudah menikah jangan pernah menganggap mertua adalah orang lain melainkan anggap sebagai ibu kita sendiri.

Begitu pun sebaliknya,mertua pun akan mengaggap kita anaknya. Sebab selama kita bersikap baik dan menganggap mertua adalah ibu kita maka beliau pun akan menganggap kita sebagai anaknya.

Meski awalnya sulit dan tidak bisa langusng mengerti beliau akan tetapi selam akita sadar bahwa semakin tua seseorang maka ia akan semakin membutuhkan kasih sayang, perhatian juga pengertian.

Maka kita harus memiliki rasa sabar agra bisa memhami beliau. Pada akhirnya kita pasti bisa salng menyayangi dan mehami layaknya ibu dan anak.

Sehingga tak ada cerita mertua yang nyinyir dan galak, hal itu sebenarnya salah.

Jika kita sebagai anak bisa berempati kepadanya maka yang ia rasakan serta bersabar menghadapinya maka isnya Allah kita akan diterima dengan baik tanpa ada konflik.

Pada akhirnya dia akan menganggap kita sebagai anaknya sendiri. [ummi-online.com]

Tags: #Konflik Menantu dan Mertua #Tantangan Menikah