Perempuan Hamil dan Menyusui Tidak Mau Berpuasa, Ini Hukumnya

233 views

Umar islam yang sudah baligh dan mampu wawjib melaksanakan ibadah puasa, tak terkecuali bagi wanita hamil.

Bagaimana dengan orang yang hamil dan tak mampu untuk berpuasa,  bolehkan mninggalkan puasa ramadhan?

Dalil wajibnya berpuasa, Allah Ta’ala berfirman :

وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Dahulu orang tua diberikan dispensasi bagi  yang tidak mampu berpuasa boleh berbuka dan sebagai gantinya, memberi makan orang miskin.

Loading...

Sama juga dengan wanita menyusui dan wanita hamil, jika takut bahaya pada anak-anak atau kandungannya maka boleh berbuka.

Hadisnya diriwiayatkan dari Abu Dawud yang di dishahihkan oleh Al-Albany dalam Kitab Irwa’ul Ghalil.

Hukum wanita hamil berbuka bisa boleh, wajib atau haram tergantung bagaimana kondisinya.

Wanita hamil boleh tidak berpuasa kalau puasanya terasa berat untuk  dirinya sendiri, walaupun tidsak membahayakan padanya.

Dan wajib tidak puasa jika berpuasa dapat membahakan dirinya dan janinnya. Dan haram tidak berpuasa jika puasanya tidak memberatkan dirinya.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Wanita hamil kondisinya ada dua. Pertama: Dirinya kuat dan giat, tidak sulit baginya berpuasa dan tidak berpengaruh bagi janinnya.

Wanita seperti ini wajib berpuasa, karena tidak ada uzur bagi wanita tersebut untuk meninggalkan puasa.

Kedua: Wanita tersebut tidak kuasa berpuasa, karena hamilnya berat, atau fisiknya lemah atau sebab lain.

Dalam kondisi seperti ini, hendaknya dia berbuka. Apalagi jika berbahaya bagi janinnya, ketika itu dia bahkan wajib berbuka.” (Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, 1/487)

Kemudian Syekh Ibn Baz, rahimahullah juga berpendapat, “Wanita hamil dan menyusui, hukumnya seperti orang sakit.

Jika berat bagi mereka berpuasa, maka dibolehkan bagi mereka berbuka. Dan mereka harus mengqadha (menggantinya) ketika dirinya sudah mampu berpuasa, seperti orang sakit.

Sebagian ulama berpendapat, cukup bagi keduanya memberi makan (satu orang miskin untuk setiap satu hari tidak berpuasa).

Ini merupakan pendapat lemah yang tidak dikuatkan. Yang benar adalah dia harus mengqadha, seperti musafir atau orang sakit.”

Pendapat di atas berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فمن كان منكم مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر (سورة البقرة: 184)

Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),

Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Juga berdasarkan hadis Anas bin Malik Al-Ka’by, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة ، وعن الحبلى والمرضع الصوم (رواه الخمسة )

“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan bagi musafir puasa dan setengah shalat. Begitu pula halnya terhadap wanita hamil dan menyusui (menggugurkan) terhadap puasa.” (HR. Perawi yang lima)

loading...
loading...

Tags: #Buka Puasa #Wanita Hamil #Wanita Menyusui #Wanita Tak Puasa