Perempuan yang Sudah Menikah Seringkali Melupakan 3 Hal Ini

322 views

Menikah bukan hanya perubahan status dari jomblo menjadi suami atau istri, akan tetapi dengan menikah maka tentu akan mengubah pola kehidupan kita.

Yang awalnya sendirian ketika bangun dan makan maka dengan memiliki suami atau istri kita akan selalu ditemani olehnya.

Ketika seorang perempuan menikah maka ada hukum syara’ yang awalnya tidak berlaku menjadi wajib dilaksanakan didalam rumah tangganya.

Bukan hanya yang sebelumnya haram menjadi halal akan tetapi ada banyak tanggung jawab serta kewajiban seorang istri yang harus dieprhatikan serta harus dikerjakan dengan penuh kesungguhan walau dalam keadaan senang dan susah sekalipun.

Namun sayangnya, tidak banyak perempuan yang mengingat beberapa adab antara suami dan istri. Padahal kelalaian tersebut tidak hanya merusak rumah tangga namun juga haram dikerjakan dan sudah pasti akan mendapatkan dosa.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Oleh Seorang Muslimah, Berikut Ini Penjelasannya:

Loading...

1. Lupa Bahwa Suami yang Wajib Ditaati, Bukan Orang Tua
Setelah menikah yang wajib anda taati bukan lagi orang tuanya melainkan suaminya. Ketika sudah menikah maka kehidupan anda sudah berganti kepada suami anda.

Orang tua anda telah mempercayakan kehidupan kepada suami anda, sehingga apapun yang terjadi suami andalah yang bertanggung jawab dalam susah maupun senangnya.

Tak lagi menjadikan orang tua sebagai sandaran air matanya melainkan suaminyalah tempa mencurahkan segala perasaannya.

Yang paling penting bagi perempuanyang sudah menikah adalah ketaan kepada suaminya harus 100%. Hak orang tua dikalahkan oleh hak suami yang harus anda tunaikan.

سَأَلْت النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيّ النَّاس أَعْظَم حَقًّا عَلَى الْمَرْأَة ؟ قَالَ . زَوْجهَا

Aisyah ra. bertanya kepada Rasulullah SAW.: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang haknya begitu besar bagi seorang perempuan?” Beliau menjawab, “Suaminya.” (HR. Hakim).

Maka dosa besar apabila seorang istri masih menjadikan orang tuanya sebagai yang utama dan abai dalam hal taat kepada suaminya.

Yang ia lakukan adalah nusyuz atau doa besar jika masih menggantungkan dirinya kepada orang tuanya, karena yang patut mereka taati adalah suaminya.

Begitu pentingnya perempuan harus taat kepada suami dan posisi suami bagi perempuan hingga Nabi Muhammad SAW berandai-andai perempuan wajib bersujud pada suaminya.

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ

“Seandainya aku diperintahkan menyuruh seseorang bersujud pada yang lain, niscaya aku perintahkan kaum wanita bersujud pada suami-suami mereka karena Allah telah memberikan pada para suami hak atas kaum wanita.” (HR. Abu Daud).

Hal ini semakin buruk ketika banyak orang tuanya yang kurang mengerti syariat islam tentang pernikahan. Dengan alasan untuk melindungi anaknya ia mencampuri urusan rumah tangga anaknya.

Orang tua seperti ini sudah tidak sungkan untuk mencampuri urusan anaknya bahkan bisa jadi memprovokasi anaknya untuk tidak taat kepada suaminya.

Perbuatan semacam ini adalah kemaksiatan Di hadapan Allah SWT serta dosa besar bagi seorang istri yang tidak taat kepada suaminya serta membangkan kepadanya karena lebih taat kepada orang tuanya.

2. Lupa Menjaga Aib Suami
Perempun suka banget dengan ngerumpi namun bukaan berarti senang menceritakan aib suaminya dan membongkar kejelekukan rumah tangganya kepada orang lain.

Mungkin memang ia suaminya banyak kekurangan tapi didalam syariat islam istri tidak diperkenankan untuk membongkar aib suaminya kepada orang lain pada lagi pada media sosial.

Menikah tidak hanya saling mendapatkan kebahagiaan serta mendapatkan kasih sayang dari pasangan kita, namun kita juga harus berkomitmen untuk saling menjaga serta saling melindungi.

Dan yang menjadi ciri-ciri perempuan sholehah Dihadapan Allah juga dimata manusia adalah perempuan yang mmapu menjaga kehormatan dirinya dan suaminya. Firman Allah:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“… maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka) …” (QS. an-Nisa: 34)

Rasulullah SAW. bersabda:

خَيْرُ النِّسَاء … إِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فىِ مَالِهَا وَنَفْسِهَا

“Wanita yang baik adalah … jika engkau tidak ada di sisinya ia menjaga kehormatanmu pada hartanya dan dirinya.” (HR. Ibnu Jarir).

Ujian didalam pernikahan akan selalu ada, maka bersabarlah dalam menghadapinya. Jangan sampai meledakkan kekesalan dengan bercerita dan mengumbarnya terutama dimedia sosial.

Karena masih banyak dari perempuan yang suak menceritakan aib suaminya serta mengeluhkan sikap suaminya namun anehnya ia sendiri enggan untuk terbuka kepada suaminya.

Ia layaknya pendiam dan tak menunjukkan sikap bahwa dia tidak menyukainya. Walau sebetulnya ia tidak suka namun sikapnya menunjukkan bahwa ia tidak memeprmasalahkan, akan tetapi seringkali meledak ketika bertemu dengan sahabat-sahabatnya.

Lupakah ukhti, bahwa Allah SWT. pernah memperlihatkan azab bagi kaum perempuan yang suka menggunjingkan orang lain, termasuk suaminya sendiri?

لَمَّا عَرَجَ بِي رَبِّي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ ، يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ . فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ ؟ قَالَ : هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَالنَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ

Ketika beliau di mi’rajkan, beliau melewati sekelompok orang yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga tersebut. Lalu beliau bertanya kepada Jibril : Wahai Jibril siapa mereka itu? Jibril menjawab : Mereka adalah orang-orang yang sering makan daging manusia, dan mereka yang suka membicarakan kejelekan orang lain” (HR Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad jayid dari Anas Radhiyallahu ‘anhu).

3. Lupa Menahan Ego di Hadapan Pemimpin Rumah Tangga
Setiap manusia pasti memiliki ego didalam dirinya. Akan tetapi hal yang paling membahayakan pernikahan adalah sama-sama memeprtahankan ego dihadapan pasangannya.

Bahkan hal ini akan memicu perceraian, tidak akan ada habisnya jika mempertahankan ego yang ada hanya akan semain berdosa dan menghasilkan percekcokan.

Kepala rumah tangga dan pemimpj rumah tanggamu adalah suamimu. Selama ia beriskap baik kepada istri maka tak ada alasan bagimu untuk berkata lantang dan menggunakan urat dileher ketika berbcara dihadapannya.

Ketahuilah wahai perempuan bahwa salah satu penyebab perceraian adalah ketika istri tidak sadar diri bahwa merendahkan suara dihadapan suami adalah kewajibannya.

Banyak dari perempuan yang sudah menikah khusunya pasangan muda yang melupakan kewajiban terhadap suaminya sebagai peminpin rumah tangga. Ia mempertahankan ego padahal hanya hal sepele.

Misalnya anda ingin keluar rumah sedangkan suami anda sedang capek dan ingin beristirahat. Apakah anda tega melihat suami anda lelah ikut serta walau ia marah dan tidak suka. Lebih baik pikirkan lagi keinginanmu dan jangan pernah membantah suamimu.

Atau ketika seorang istri memiliki penghasilan lebih besar dari suami lantas istri merasa bangga hati. Maka berkacalah pada hadijah binti Khuwailid radliallahu ‘anha yang justru dihadapan Nabi Muhammad SAW serta mengangkat posisi beliau ditengah keluarganya.

Padahal semua orang mengetahui bahwa siti khotijah adalah perempuan bangsawan dan kaya raya, sedangkan nabi muhammad adalah seorang pria miskin yang hanya hidup bersama pamannya.

Kerendahan hati siti khotijahlah yang menjadikan dirinya disiapkan istana disurga Allah dan karena pengabdiannya sehingga hal ini disampaikan oleh jibril as. kepada Baginda Rasulullah SAW.

أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ ، فَإِذَا هِىَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّى ، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ ، لاَ صَخَبَ فِيهِ وَلاَ نَصَبَ .

Telah datang Jibril kemudian berkata, “Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Rabbnya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di jannah dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” (HR. Bukhari dalam “Fadhaail Ashhaabin Nabi”)

Semoga kita semua para perempuan diberkahi Allah dan mengikuti teladan siti khadijah. [muslimahnews.com]

Tags: #Ketaatan Seorang Istri #Kewajiban Seorang Istri #Rumah Tangga