Peristiwa Pembelahan Dada Nabi SAW Sewaktu Kecil dan Waktu Malam Isra’ Mi’raj

447 views

Saat itu, usianya belum genap tiga tahun. Ketika  Sayyidina Muhammad sedang menggembalakan kambing milik keluarga Halimah. Dengan  tiba-tiba beliau didatangi dua malaikat, kemudian keduanya membelah dada Nabi untuk membuang kotoran dari hatinya.

Peristiwa dahsyat ini dijelaskan oleh Anas bin Malik dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim. Dan dijelaskan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadis.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

… فَبَيْنَمَا أَنَا مَعَ أَخٍ لِي خَلْفَ بُيُوْتِنَا نَرْعَى بِهِمَا لَنَا إِذْ أتَانِي رَجُلاَنِ – عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيْضٌ- بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مَمْلُوْءٍ ثَلْجًا ثُمَّ أَخَذَانِي فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَاستخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَةً سَوْدَاءَ فَطَرَحَاهُ ثُمَّ غَسَلاَ قَلْبِي وبَطْنِي بِذَلِكَ الثَّلْجِ حَتَّى أَنْقَيَاه ُ…

Loading...

“Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih- dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es.

Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah perutku. Keduanya mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih”.

Dan Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan:

 

فَأَقْبَلاَ يَبْتَدِرَانِي فَأَخَذَانِي فَبَطَحَانِي إِلَى الْقَفَا فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَتَيْنِ سَوْدَاوَيْنِ “……

keduanya lalu bersegera mendekati dan memegangiku. Kemudian aku ditelentangkan, kemudian membedah perutku. Kedua malaikat itu mengeluarkan hati dari tempatnya dan membedahnya. Selanjutnya mereka mengeluarkan dua gumpalan darah hitam darinya ……”

Al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah mengatakan, mengenai semua riwayat yang menjelaskan peristiwa itu, merupakan hal-hal yang wajib diimani (diterima dengan lapang dada) tanpa berusaha mengalihkannya dari makna yang sebenarnya.

Pada malam Isra’ dan Mi’raj juga terjadi Peristiwa pembelahan dada Nabi. Dalam kitab al MufhimImam al Qurthubi mengatakan, Orang yang ingkar terhadap peristiwa pembedahan dada pada malam Isra’ dan Mi’raj tidak perlu dihiraukan, yang meriwayatkannya adalah orang-orang tsiqah (terpercaya) dan terkenal.

 

Tags: #Buang Bagian Kotor #Dada Dibelah #Dada Nabi