Perjalanan Ali Bin Abi Thalib Menuju Kufah, Bertemu Kaum yang Punya Tradisi Aneh

449 views

Khulafaur Rasyidin yang keempat adalah Sayyidina Ali Bin Abi Talib. Pada suatu ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib melakukan perjalanan menuju Kufah, sang khalifah melewati sebuah kota Anbar. Para orang-orang disana, dari pemuka kota sampai para petani merasa sangat gembira karena bisa melihat Khalifah melewati kota mereka.

Karena hal tersebut membuat Ali menyeru, “Mengapa kalian berlarian? Ada apa gerangan?”

Mereka menjawab, “Ini bentuk rasa hormat yang kami persembahkan kepada para pemimpin kami. Dan ini sebagian dari tradisi kami.”

Ali bin Abi Talib pun menjawab, “Kebiasaan ini membuat kalian menderita di dunia ini dan membawa kemalangan di hari kemudian. Hindarilah selalu bentuk praktik semacam ini yang merendahkan dan mempermalukan kalian sendiri. Lagi pula, apa keuntungan dari kebiasaan ini bagi orang-orang yang kalian hormati itu?”

Tradisi penyambutan seperti yang dilakukan oleh kaum dalam cerita diatas bisa mengarah pada kultus individu. Hal itu bisa saja mencelakakan dan menyesatkan pada seseorang.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Nabi bersabda, “Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan.”

Loading...

Orang yang dipuji dengan berlebihan akan membuat dia merasa penting dan lebih baik dari yang lain. Akan menimbulkan penyakit hati berupa sombong dan ujub.

Allah SWT berfirman;

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan setinggi gunung. (Qs Al-Isra [17]: 37)

Jadi, janganlah terlau berlebih menghormat seseorang sekedarnya saja. Sebab hal itu menyebabkan munculnya sifat ujub bagi orang yang di hormati dan disanjung itu.

Tags: #Ali Bin Abi Talib #Perhormatan Lebih #Sang Khalifah