Putra Umar bin Khattab Mimpi Diperlihatkan Neraka Sehingga Selalu Menangis Kala Mengingatnya

Seorang sahabat Nabi periwayat hadis terkenal, putra Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dia adalah Abdullah bin Umar bin Khattab atau dikenal dengan Ibnu Umar (wafat 73 Hijriyah).

Saat msih bocah Ibnu Umar telah  memeluk Islam. Pada usia 13 tahun ia ikut ayahnya pada Perang Badar.

Akan tetapi Rasulullah tidak mengidzinkannya. Dan usai Rasulullah wafat, Ia menyertai Perang Yarmuk dan penaklukan Mesir.

Solehnya Ibnu Umar kerap kali mendapat sanjungan dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya.

Jabir bin Abdullah pernah berkata: “Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya kecuali Umar dan putranya Abdullah.”

Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: ” Ibnu Umar wafat dan keutamaannya sama seperti Umar.

Loading...

Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup pada masa tidak ada seorang pun yang sebanding dengannya”.

Kisah tentang Abdullah Bin Umar sangat banyak dengan hikmah.  PAda suatu ketika Ia pernah bermimpi melihata  neraka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Sudah menjadi kebiasaan seseorang pada masa hidup Nabi bila bermimpi, biasanya dia menceritakannya kepada Rasulullah.

Aku pun berharap bermimpi hingga aku dapat menceritakannya kepada Rasulullah.

Ketika itu aku masih remaja. Pada suatu hari di zaman Rasulullah, aku tidur di masjid lalu bermimpi ada dua Malaikat memegangku lalu membawaku ke dalam neraka.

Aku melihat neraka yang ternyata adalah lubang besar bagaikan lubang sumur (atau jurang).

Neraka itu memiliki dua anjung dan aku melihat di dalamnya ada orang-orang yang sebelumnya aku sudah mengenal mereka.

Dengan melihat mereka, membuat aku berkata: “A’udzubillahi minannaar (aku berlindung kepada Allah dari neraka).”

Lantas kami bertemu dengan Malaikat lain lalu dia berkata kepadaku: “Janganlah kamu takut.”

Kemudian aku ceritakan mimpiku itu kepada Hafshah (kakak Ibnu Umar), lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah.

Maka Nabi pun bersabda: “Sungguh Abdullah bin Umar adalah seorang yang beruntung (bahagia) bila dia mendirikan sholat malam.”

Setelah peristiwa itu, Abdullah bin Umar tidak tidur malam kecuali sedikit. (Sahih Al-Bukhari, Muslim)

Mulai kejadian itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan shalat tahajud hingga wafaatnya.

Ia juga menghabiskan malam-malamnya untuk shalat dan menangis di hadapan Allah Ta’ala.

Ibnu Umar menangis sembari berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka. Seperti itulah iman para Sahabat dan selalu takut kepada Allah.

Rasulullah pernah berpesan: “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari Kiamat adalah seseorang yang diletakkan pada kedua tepak kakinya bara api yang membuat otaknya mendidih.

Dia merasa tidak ada orang lain yang lebih berat siksanya daripada dia. Padahal, sesungguhnya siksa yang ia terima adalah yang paling ringan di dalam neraka.”

Alhasil, Jika ingin selamatkan dari api neraka, kerjakanlah shalat tahajud setiap malam. Waktu disepertiga malam Allah memanggil hamba-Nya dan Allah mendengar doa para hamba-Nya.

Tags: #Mimpi Neraka #Sahabat Nabi #Siksa Nereaka