Saat Nabi SAW Menegur Umm Alâ’, dan Mengajarkan Tauhid Paling Tinggi Padanya

106 views

Di riwayatkan imam Bukhârî dalam sebuah hadits soheh, Rasulullah pernah menegur wanita yang solehah dari kalangan Anshar , bernama Umm Alâ’.

Dan keluarganya menampung seorang sahabat muhajirin masyhur dengan ahli ibada bernama Utsmân bin Maz’ûn.

Saat sahabat  Utsmân wafat, dia berkata:

« رحمة الله عليك أبا السائب شهادتي عليك لقد أكرمك الله »

“Rahmat Allah membersamaimu wahai Abu Saib. Aku bersaksi bahwa Allah telah memuliakanmu.”

Karena adanya perkataan Umm Ala’ itu, maka Rasulullah menegur: ‘Dari mana kamu tahu Allah telah memuliakannya?”

Loading...

Maka Allah menjelaskan kalau kita tidak masalah berharap  suatu kebaikan disebabkan adanya track record perbuatannya.

Namun tak boleh mengklaim nasibnya sebab itu hak  Allah sepenuhnya.

Andai Umm Alâ’ berkata, ‘Aku bersaksi kamu orang baik’ dengan tidak mengkalim  dan memastikan nasibnya, mungkin Rasulullah tidak menegurnya.

Maka kemudian Rasulullah mengajarkan prinsip tauhid tingkat tinggi dan bersabda:

« وما أدري والله وأنا رسول الله ما يفعل بي »

“Aku ini Rasulullah dan demi Allah aku juga tidak tahu nasibku.”

Merupakan keniscayaan ini adalah pelajaran dari Nabi buat  umatnya, sebab Rasulullah telah dijamin oleh Allah dengan ayat:

« ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك ويهديك صراطا مستقيما » (الفتح : ٢)

Juga dalam hadits lain Rasulullah  bersabdanya:

« لن ينجي أحداً منكم عمله٠ قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا، إلا أن يتغمدني الله برحمة » (متفق عليه)

“Tidaklah seseorang di antara kalian yang selamat karena amalnya. Sahabat bertanya, ‘Tidak juga engkau wahai Rasulullah.’ Nabi menjawab, ‘Tidak juga aku, tanpa rahmat Allah menyelimutiku’.” (HR. Bukhârî-Muslim).

Harus kita tau bahwa semua nasib manusia ada dalam kekuasaan Allah. Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW :

« ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم أو يعذبهم » (ال عمران : ١٢٨)

“Tak ada sedikit pun wewenangmu dalam urusan mereka itu apakah Allah menerima tobat mereka atau mengazab mereka.” (QS Ali Imran/3: 128).

loading...
loading...

Tags: #Allah Esa #Orang Tasawwuf #Tauhid Pada Allah