Sebenarnya Sakit Adalah Sebuah Kebahagiaan Kenikmatan, Ini Penjelasannya

Dalam kehidupan manusia ada suka dengan duka, kaya dengan miskin, dan sehat dengan sakit.

Sesehat dan sekuat apapun seseorang pasti akan merasakan sakit pada waktu yang ditentukan Allah.

Bagi orang islam  sakit sebenarnya merupakan “kenikmatan” yang memiliki keutamaan.

Kata Ustadz Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I, menjelaskan bahwa orang sakit, punya banyak  ‘kenikmatan’, juga kebaikan kepadanya, jika disikapi dengan sifat bijak.

Di antara keutamaan orang yang sedang ditimpa sakit antara lain adalah:

Pertama, Penghapus Dosa
Penyakit yang diderita orang islam akan menjadi sebab  penghapus dosa-dosanya.

Loading...

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata;

ذُكِرَتِ الْحُمَى عِنْدَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَبَّهَا رَجَلٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبَّهَا فَإِنَّهَا تَنْفِي الذُّنُوْبَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ.

“(Pernah) disebutkan (tentang) demam di sisi Rasulullah, lalu ada seseorang yang mencelanya.

Maka Nabi Shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Janganlah engkau mencelanya. Karena sesungguhnya demam dapat menghilangkan dosa-dosa sebagaimana api dapat menghilangkan karat (yang ada pada) besi.”

(HR. Ibnu Majah : 3469. Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله dalam Shahih Ibni Majah Juz 8 : 2793.)

Walaupun sakit itu sifatnya ringan maka tetap akan menjadi penghapus dosa bagi seorang hamba yang sakit.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Rasulullah bersabda;

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمُ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.

”Tidak ada sesuatu pun yang menimpa seorang muslim baik berupa; kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, gangguan, kesusahan, hingga duri yang menusuknya,

kecuali Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya dengannya.” (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 5 : 5318, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 : 2572. )

Kedua, Mendapatkan Pahala Sabar
Jika sakit dan  mampu bersabar dengan tidak berkeluh kesah maka ia akan mendapatkan pahala sabar.

Sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib ia berkata, Rasulullah bersabda;

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلُّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin (karena) seluruh urusannya adalah baik.

Dan yang demikian itu tidak (terjadi), kecuali bagi seorang mukmin. Jika dikaruniai kesenangan ia bersyukur, dan hal itu baik baginya.

Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, dan hal itu baik baginya.” (HR. Muslim Juz 4 : 2999)

Ketiga, Sarana Mensyukuri Sehat
Sehat akan dirasakan sangat berharga  ketika seorang hamba itu telah jatuh sakit. Tak sedikita yang di karunia kesehatan, tapi menyia-nyiakan kesehatan tersebut.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu ia berkata, Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda;

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu padanya, (yaitu); nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari No : 6049)

Jadikanlah Sakit sebagai  renungan betapa berharganya nikmat kesehatan. Ketika sehat  maka guakanlah kesembuhan pada waktu yang benar-benar mengoptimalkan waktu dalam amalan kebaikan.

Diriwayatkan dari Ibnu ’Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda;

اِغْتَنَمَ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغَلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.

“Manfaatkan lima perkara sebelum (datangnya) lima perkara; (masa) mudamu sebelum datang (masa) tuamu,

(masa) sehatmu sebelum datang (masa) sakitmu, (masa) kayamu sebelum datang (masa) kefakiranmu,

(masa) luangmu sebelum datang (masa) sibukmu, hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Hakim Juz 4 : 7846. Hadis ini dishahihkan oleh Syikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 1077)

Keemapat Sarana Bertaubat
Dosa akan mendatangkan keburukan dan musibah bagi pelakunya. Dosa dapat menyebabkan orang banyak  hutang.

Sebagaimana Muhammad bin Sirin  (Beliau adalah seorang Tabi’in yang wafat di Bashrah tahun 110 H) pernah berkata;

إِنِّيْ لَأَعْرِفُ الذَّنْبَ الَّذِيْ حَمَلَ بِهِ عَلَيَّ الدَّيْنَ

“Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit hutang.” (Shifatush Shafwah, 3/246)

Bisa saja sakit adalah transpormasi dari dosa yang pernah dilakukan.Jadi jika sakit memperbanyak bertaubat kepada Allah, agar Allah Ta’ala.

Allah berfirman;

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا تُوْبُوْآ إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nasuha.” (QS. At-Tahrim : 8)

Kelima, Sebagai Bekal Kematian
Sakit adalah pertanda dekatnya ajal. Karena sakit seorang muslim harus sadar bahwa kematiannya bisa datang tiba-tiba.

Jadikanlah sakit sebagai penyemangat dengan memperbanyak amalan kebaikan sebelum ajal kematiannya datang.

Allah Ta’ala berfirman;

وَأَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنَاكُمْ مِّنْ قَبْلِ أَنْ يَّأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِيْ إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِّنَ الصَّالِحِيْنَ

”Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang (tanda-tanda) kematian kepada salah seorang di antara kalian,

lalu ia (akan menyesal dan) berkata, “Wahai Rabb-ku, seandainya Engkau menangguhkan (kematian)ku sebentar,

sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.” (QS. Al-Munafiqun : 10.)

Tags: #Nikmat sakit #Nikmat Sehat