Sejarah Perbedaan Pembacaan Al-Qur’an

570 views

Nabi SAW mengajarkan cara baca al-qur’an dengan cara yang berbeda sehingga para sahabat pun demikian membacanya.
Lantas Nabi mengirim para sahabat itu untuk mengajarkan Al-qur’an ke segala penjuru dengan berbagai macam cara.

Seiring dengan berjalannya waktu risalah islam menyebar ke seluruh pelosok yang jauh dan perselisihan muncul dalam masalah pembacaan yang berbeda ini.

Karena adanya perselisihan dan untuk menghilangkan kebingungan ini maka Khalifah Utsman bin Affan menyusun kemudian mendistribusikan salinan al-qur’an dengan tujuan mengakhiri permasalahan terkait perbedaan pembacaan dalam al-qur’an.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik:

Hudhaifah ibn Al-Yaman datang ke Utsman pada saat orang-orang Syam dan orang-orang Irak berperang untuk menaklukkan Arminya dan Adharbijan.

Hudhaifah takut akan perbedaan mereka (orang-orang Syam dan Irak) dalam pembacaan Al-Qur’an, jadi ia berkata kepada Uthman, “Wahai orang-orang yang beriman! Selamatkan bangsa ini sebelum mereka berbeda tentang Kitab (Al-Quran) seperti yang dilakukan orang Yahudi dan Kristen sebelumnya. ”

Loading...

Jadi Uthman mengirim pesan kepada Hafsah dengan mengatakan, “Kirimi kami manuskrip-manuskrip Al-Quran agar kami dapat menyusun bahan-bahan Alquran dalam salinan yang sempurna dan mengembalikan manuskrip kepada Anda.”

Hafsah mengirimnya ke Uthman. Uthman kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, Abdullah ibn Az-Zubair, Sa`id ibn Al-As dan Abdul-Rahman ibn Harith ibn Hisham untuk menulis ulang naskah dalam salinan sempurna.

Utsman berkata kepada tiga orang Quraisy, “Jika Anda tidak setuju dengan Zaid ibn Thabit dalam hal apa pun dalam Al-Quran, kemudian menulisnya dalam dialek Quraisy, Al-Quran diturunkan dalam bahasa mereka.”

Mereka melakukannya, dan ketika mereka telah menulis banyak salinan, Uthman mengembalikan naskah asli ke Hafsah.
Uthman mengirim ke setiap provinsi Muslim satu salinan dari apa yang telah mereka salin, dan memerintahkan agar semua bahan Al-Quran lainnya, baik yang ditulis dalam manuskrip fragmen atau salinan utuh, dibakar. (HR Al-Bukhari)

Tags: #Beda Bacaan #Sejarah Al-Qur'an