Seperti Ini Gambaran Orang Tamak dan Qona’ah

208 views

Said Nursi menganalogikan  orang yang qanaah dan orang yang tamak seperti dua orang dengan jamuan besar.

Dalam buku Risalah Ikhlas & Ukhuwah, Said Nursi menjelaskan salah satu dari keduanya kemudian berharap dasn mengatakan,

“Kalau tuan rumah memberiku tempat berteduh sehingga aku bisa selamat dari cuaca dingin di luar, hal itu sudah cukup.

Kalau kemudian ia memberiku tempat duduk seadanya di tempat yang paling rendah sekalipun, hal itu merupakan bentuk kebaikan dan kemurahannya.”

Orang yang satunya seolah-olah punya hak yang harus dipenuhi pihak lain dan semua orang menaruh tampakhormat  kepadanya.

Dan ia pun berbisik dalam hatinya dengan sebutan kata sombong.

Loading...

“Tuan rumah harus memberiku posisi yang paling tinggi dan paling baik.”

Orang terseubt masuk  rumah dengan rasa tamak dan ingin mendpatkan posisi yang tinggi.

Menurut Nursi, tuan rumah malah menurunkannya ke posisi yang paling rendah. Orang itu tidak nyaman dengan kondisi tersebut dan kemarahan memenuhi dadanya tuan rumah.

Nursi mengatakan, “Pada saat di mana ia semestinya berterima kasih, ia (orang tamak) malah melakukan yang sebaliknya.

Ia mengkritik tuan rumah sehingga si tuan rumah kesal kepadanya,”.

Nursi melanjutkan, orang pertama masuk ke rumah dengan sikap tawadhu dan  duduk di tempat yang paling rendah.

Sang tuan rumah senang dengan sikap qanaah yang ia tunjukkan dan merasa senang.

Kemudian sang tuan rumah menaikkan orang pertama pada posisi paling tinggi. Orang itu pun nampak penuh dengan rasa syukur dan ridha naik ke tingkatan yang lebih tinggi.

Sejatinya dunia ini adalah negeri jamuan Tuhan (ar-Rahman). Dan permukaan bumi adalah hidangan rahmat-Nya.

Bermacam-macam rezeki dan nikmat di dunia ini seperti tempat duduk yang posisinya beragam.

Dampak buruk dari sikap tamak bisa dirasakan semua orang, bahkan pada perkara yang paling kecil sekalipun.

Tags: #Orang Soleh #Sikat Qona'ah #Sikat Tamak