Seperti Ini Pemandangan Buruk di Hari Kiamat Bagi Orang yang Suka Pamer

Saat manusia di dunia, mungkin pernah  pamer (riya) sesuatu yang mahal dan barang bagus.

Bahkan mungkin dalam soal ibadah, kita pernah melakukan ketaatan tapi dalam hati terdapat sifat riya’ dan niat bukan karena Allah.

Dalam kitabnya ‘Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah’ Syaikh Mahmud Al-Misri mengajak kita menuturkan tentang orang suka pamer atau riyadi akhirat kelak.

Dia menjelaskan bahwa akan mendapati amal yang sia-sia orang yang suka riya’ saat di dunia.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Loading...

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al Furqon: 23)

Dan firman Allah Ta’ala :

وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat.

Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. (48)

Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.” (QS Az Zumar: 47-48

RasulullahShalallahu alaihi wa salam bersabda,

“Pada Hari Kiamat, Allah akan memberi keputusan (qadha) pada semua hamba-Nya. Pertama kali orang yang datang adalah orang membaca Qur’an, lalu orang yang berjihad di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.

Kemudian Allah berfirman kepada orang yang membaca Qur;an, “Bukankan Aku yang mengajarkanmu apa yang Aku turunkan pada Rasulku?”

Ia berkata, “Ya, wahai Tuhan.” Allah bertanya, “Apa yang engkau lakukan tentang apa yang engkau telah ketahui?”

Ia menjawab, “Saya mengamalkan Al-Qur’an di waktu siang dan malam.” Allah berkomentar, “Engkau telah berbohong.”

Malaikat berkata, “Engkau berbohong.” Allah berbicara kepadanya, “Padahal sebenarnya engkau ingin dikatakan Fulan ahli membaca Qur’an, dan memang telah dikatakan demikian kepadamu.”

Lalu datang orang yang memiliki banyak harta, Allah berkata kepadanya, “Bukankah Aku telah melapangkanmu sehingga engkau tidak membutuhkan lagi seseorang?” Ia berkata, “Ya wahai Tuhan.”

Allah bertanya, “Apa yang engkau lakukan pada harta yang telah Aku berikan kepadamu?”

Ia berkata, “Saya melakukan Silaturrahim, dan mengeluarkan shadaqah.” Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata kepadanya, “Engkau telah berbohong.”

Malaikat juga berkata, “Engkau berbohong” Allah berkata, “Padahal engkau ingin disebut sebagai orang yang dermawan, dan sebutan itu telah diarahkan kepadamu.”

Selanjutnya, datang orang yang berjihad di jalan Allah, Allah bertanya kepadanya, “Dengan lantaran apa engkau berjihad?”

Ia berkata, “Saya diperintah untuk berjihad di jalan Allah. Saya berjihad sampai terbunuh.”

Allah berkomentar, “Engkau berbohong.” Malaikat juga berkata, “Engkau berbohong.” Allah menambahkan, “Engkau ingin dikatakan pemberani dan memang telah dikatakan seperti itu.”

Wahai Abu Hurairah, tiga golongan itu merupakan makhluk yang pertama kali diciptakan Allah dan dimasukkan neraka pada Hari Kiamat.” [HR Tirmidzi]

Allah Ta’ala akan menyiksa orang yang punya sifat riya. Sebab kenyataan dan hatinya tidak sama.

Allah SWT mempermalukannya di hadapan manusia supaya mereka membencinya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ingin mendengarkan (mengenalkan) namanya, maka Allah akan mendengarkannya, dan barang siapa yang pamer maka Allah memamerkannya.” [HR Muslim]

RasulullahShallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa yang ingin mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah mewakilkannya pada manusia.

Dan barangsiapa yang membenci manusia untuk mencari ridha Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari segala kebutuhan manusia.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Naim)

Hati manusia cepat berubah. Jika sekarang beribadah dengan ikhlas, bisa jadi nanti berganti dengan riya’.

Maka hendaknya kita memohon pada Allah agar  diteguhkan hati dalam agama ini.

Tags: #Pamer Harta #Pamer Ibadah #Suka Pamer